Tahun Ini 109 PNS Pemkab Kuningan Pensiun, Mayoritas Guru

  • Whatsapp

RJN, Kuningan – Sebanyak 109 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kuningan memasuki masa pensiun pada 1 Juli hingga 1 September 2019. Sebagian besar didominasi guru yang mencapai 66 orang.

Selain guru, adapula pejabat Eselon III sebanyak 3 orang, Eselon IV ada 22 orang, dan Pelaksana ada 10 orang. Sementara jabatan fungsional seperti pengawas sekolah ada 4 orang, dan masing-masing 1 orang dari pekerja sosial, bidan, penilik, serta penyuluh pertanian.

Bacaan Lainnya

Kepala BKPSDM Kuningan, Uca Somantri melalui Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Pembinaan Aparatur, Ade Priatna menyampaikan, bahwa PNS yang memasuki masa purna bhakti TMT 1 Juli sampai 1 September 2019 di lingkungan pemerintah Kuningan mencapai 109 orang, berasal dari 21 SKPD.

Penyerahan SK Pensiun PNS oleh Bupati Kuningan Acep Purnama ini, bertujuan pula untuk mengoptimalkan pelayanan kepada PNS yang akan memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) di pemerintahan Kuningan dengan tepat waktu, tepat gaji, dan tepat orang.

“Selain itu mendukung program pelayanan pro aktif klim otomatis, dalam rangka memberikan pelayanan melebihi harapan peserta. Sekaligus untuk mempermudah peserta dalam pengajuan pembayaran hak pensiun, yaitu gaji pensiun pertama dan THT dibayarkan secara langsung sesuai TMT pensiun tanpa melalui proses penyelesaian administrasi ke kantor cabang PT Taspen,” jelasnya, Kamis (13/6/2019).

Sementara itu Bupati Acep Purnama menuturkan, SK pensiun yang diberikan beberapa bulan sebelum memasuki masa pensiun, dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada para pegawai yang akan memasuki BUP.

“Kami pemerintah Kabupaten Kuningan tidak mengharapkan bapak ataupun ibu yang telah menerima SK pemberhentian dengan hormat, sebelum berlakunya keputusan dimaksud mengalami penurunan kinerja. Bahkan dalam pelaksanaan tugasnya menjadi bermalas-malasan, karena beranggapan setelah menerima SK Pensiun menjadi terbebas dari tugas pokoknya sebagai PNS,” tandasnya.

Dia menegaskan, bahwa sekalipun SK Pensiun telah diterima, tetapi penilaian prestasi kerja pegawai akan tetap berlangsung sampai dengan pegawai bersangkutan memasuki masa pensiun. Sangat tidak diharapkan dan jangan sampai terjadi, yang menjelang pensiun dikenakan sanksi sesuai dengan PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama pemerintah daerah, menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian bapak dan ibu selama mengabdi. Semoga menjadi catatan kebaikan yang diterima Allah SWT, dan kedepan saat menjalani masa purna bhakti tetap diberikan kesehatan, kemudahan, dan kebahagiaan,” pungkasnya. 

(dri/rjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *