Sunjaya: Pembangunan Kabupaten Cirebon Sudah 90%

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Bupati Sunjaya Purwadi Sastra pimpin safari pembangunan di wilayah Cirebon Timur yang dimulai dari Kecamatan Beber, Greged, Karangwareng, Pabuaran, Pabedilan, dan berakhir di Losari yang merupakan wilayah paling Timur dari Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

Safari pembangunan ini juga diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, dan dinas terkait lainnya dengan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Polres Cirebon.

Saat dimintai komentar seusai meninjau pembangunan RS Waled Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra mengatakan bahwa setelah melihat langsung kondisi pembangunan di masing-masing kecamatan di wilayah Cirebon Timur, sudah mencapai 90% dan penyerapan Anggaran Tahun 2017 dapat terlaksana.

“Alhamdulillah setelah mengecek fisik dari pembangunan di setiap tempat, sudah melebihi 90% dan kami yakin para kontraktor bisa tepat waktu dalam penyelesaian kontrak pembangunan. Karena bila ada pembangunan yang tidak sesuai atau tidak selesai, maka akan mundur selama 2 tahun anggaran,” jelasnya saat ditemui awak media di Rumah Sakit Waled Kabupaten Cirebon, Rabu (6/12).

Masih menurut Sunjaya, bahwa pembangunan di setiap tempat ini bisa tepat waktu yang sudah di
tetapkan dalam kontrak dengan para kontraktor. Dan apabila perlu, dilakukan lembur. Dirinya berharap pihak kontraktor bisa melaksanakannya. Jika kontraktor tidak mampu merampungkan pembangunan sesuai kesepakatan, maka akan dilakukan pemutusan kontrak dengan pihak kontraktor.

“Kami berharap pada kontraktor untuk memacu. Dan jika perlu lembur, maka harus dilemburkan agar pembangunan gedung dapat diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak. Jika terlambat, maka kami akan memutus kontrak dengan kontraktor yang telat dalam menyelesaikan pembangunan pada Tahun Anggaran 2017,” tuturnya.

Sedangkan menurut Direktur RS Waled, Budi S. Soenjaya mengatakan, bantuan pembangunan gedung 2 lantai dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon sudah di atas 90%, dan hanya finishing saja. Sehingga, pihak management Rumah Sakit Waled dapat memfungsikan pada awal tahun. Sedangkan untuk peralatan medis akan diserap dari Bantuan Gubernur Jawa Barat pada Anggaran Tahun 2018.

“Untuk pembangunan gedung 2 lantai di Rumah Sakit Waled ini hanya finishing saja, sehingga kami yakin bisa mengoperasikan gedung untuk fasilitasi Unit Gawat Darurat pada awal tahun ini. Dan untuk peralatan medis, kami mendapatkan bantuan Gubernur pada Anggaran 2018,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Comment