Sewindu Wafatnya Gus Dur, Alissa Merasa Seperti Kemarin

- Redaksi

Sabtu, 13 Januari 2018 - 15:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Putri sulung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid, mengaku tidak terasa sudah delapan tahun berlalu sejak wafatnya sang ayah. Dia merasa, baru kemarin tanggal 30 Desember 2009 dirinya mengebumikan jenazah sang ayah di tempat kelahiran di Jombang.

“Saya sempat menangis sejenak, namun berubah seketika melihat hujan bunga. Rupanya banyak orang yang datang membawa bunga. Tapi karena padat orang dan susah mendekat ke makam, maka dari kejauhan masyarakat menaburkannya, hingga hujan bunga,” cerita Alissa dalam acara Sewindu Haul Gusdur dan Kiai-kiai Cirebon di kampus Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Jl. Swasembada, Majasem, Cirebon, Jumat (12/1).

Baca Juga :  Laziswa Fair Gelar Lomba Azan Khusus Tukang Becak

Gus Dur, sambungnya, mungkin terlalu berlebihan mencintai bangsa ini. Sehingga saat ini orang juga mencintainya dan namanya terus muncul dalam momen-momen penting bangsa ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat kondisi politik tidak karuan, namanya disebut. Saat bangsa ini mengalami kebuntuan dalam proses demokrasi orang ingat Gus Dur. Pada saat orang-orang berebut kekuasaan, orang rindu Gus Dur. Saat minoritas kembali dipojokkan, banyak yang ingat Gus Dur,” terangnya.

Baca Juga :  KPOP Chicken, Sediakan Menu Ala Korea

Alissa teringat kata-kata orang bijak, yang tertinggal dari pemakaman hanyalah jasa. Sosok suri tauladan seorang pemimpin akan pulang bersama peziarah, dan tetap hidup sebagai inspirasi.

“Di zaman yang penuh kobaran dan kebencian, penuh rasa saling curiga, penuh perebutan kekuasaan, penuh sikap benar sendiri banyak yang menjadi teringat kepada almaghfurlah Gusdur,” tuturnya.

Beberapa kegiatan dalam acara tersebut antara lain pelatihan pembuatan shoot movie untuk toleransi, serta perdamaian dan media sosial yang diikuti kalangan mahasiswa dan santri di Cirebon. Acara pamungkas juga diisi tahlil dan testimoni-testimoni mengenang sang pejuang demokrasi itu.

Baca Juga :  Mantap Berhijrah, Yurizkha Aditya Akui Alami Pro Kontra

Tampak hadir juga KH Husein Muhammad, KH Syakur yasin, Ketua Lakpesdam PBNU Dr Rumadi Ahmad PBNU dan Sekretarisnya KH Marzuki Wahid, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani, dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dari PKB Hj Yuningsih. Tampak pula tokoh lintas agama di Cirebon mulai dari Budha, Katolik, Protestan, Hindu, Konghucu, dan para pecinta Gus Dur.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Teras Rumah, Edi Bangun BCM Motor hingga Raih Penghargaan SMAC 2026
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional
Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Ketertiban dan Persatuan Bangsa
Go-Woman.id Gelar Seminar UMKM Perempuan, Dorong Bisnis Rumahan Naik Kelas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:30 WIB

Dari Teras Rumah, Edi Bangun BCM Motor hingga Raih Penghargaan SMAC 2026

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Berita Terbaru