Sebanyak 82 Ekor Tukik di Lepaskan

- Redaksi

Selasa, 26 Desember 2017 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Panagadaran. Pasca kematian sepuluh ekor Penyu di Pantai Legokjawa 19 september lalu, sebanyak 82 ekor tukik yang baru menetas lima hari lalu dilepaskan, Selasa 26 Desember 2017 siang tadi.

Turut hadir dalam pelepasan tukik, Asisten Daerah II Kabupaten Pangandaran Apip Winayadi, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Rida Nirwana, Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Perwakilan BKSDA dan masyarakat setempat.

Menurut Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Camar Laut Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak Jamhuri terkait rawai senggol yang kerap memakan korban Penyu, kini sudah berhasil ditekan dan penggunaannya bisa dipastikan tidak ada untuk sementara ini.

Tadi, kata Jamhuri dirinya sempat berbincang dengan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rida Nirwana.

“Kata Pak Rida, kalau masih ada yang menggunakan longline atau merusak terumbu karang dan ketahuan di darat akan berhadapan langsung dengan beliau, dan jika di perairan akan berhadapan langsung dengan Polair dan TNI AL,” Katanya

Di akhir perbincangan, Jamhuri berharap Pemerintah Kabupaten Pangandaran bisa turut membatu dalam pelestarian penyu di Wilayah Konservasi Legokjawa dengan melakukan pembuatan kolam penangkaran penyu di dekat pelelangan ikan.

Baca Juga :  Ir Toto Muhammad Taha Resmi Pj Walkot Bekasi

“Dulu memang sudah ada tempat penangkaran, karena jaraknya terlalu jauh, selain susah dijangkau, minat anggota kelompok untuk mengembangkan konservasi juga sangat minim,”ucapnya

Pada kesempatan yang sama, Asisten Daerah II Kabupaten Pangandaran Apip Winayadi yang juga ikut melepaskan tukik bersama Pokmaswas mengaku senang karena kesadaran warga terhadap lingkungan tinggi.

“Saya sangat apresiasi kepada Pokmaswas karena sudah membantu melestarikan biota laut, nanti kedepannya wilayah ini akan dijadikan zona essensial ekslusif,”tuturnya.

Baca Juga :  Lahir di 17 April 2019 , Nenek di Pangandaran Namai Cucunya Widodo

Terkait perusakan terumbu karang yang kerap terjadi di wilayah konservasi penyu, Apip sangat menyesalkan atas kejadian tersebut.

“Saya mohon kepada warga supaya tidak melakukan perusakan terumbu karang, karena selain tempat penyu mencari makan terumbu karang juga tempat ikan dan biota laut lainnya berkembangbiak,”ucapnya.

Jika masih ada yang bandel tegas Apip, saya akan koordinasi dengan stakeholder terkait supaya penanganan masalah ini bisa cepat diselesaikan. (red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paket Stimulus Presiden Prabowo Berikan Diskon Besar-Besaran
Bimtek Ketiga, Panwaslu Cibitung Raker Teknis Pengawasan Pungutan Suara Untuk Pengawas TPS
Bahrudin SE, Resmikan Balai Warga Posyandu Bumi Sakinah 1
Tegaaa, Bayi 8 Bulan di Bunuh !!
Sosialisasi Beberapa UMKM Binaan Untuk Lakukan Registrasi NIB
PWI Cirebon Sudah Seharusnya Menjadi 2, PWI Kota dan Kabupaten
Sekda Kabupaten Bekasi Tutup Forum Perangkat Daerah Tahun 2022
Tragis! 2 Bocah Kembar di Pangandaran Tewas Tertabrak Moge

Berita Terkait

Minggu, 23 Februari 2025 - 21:12 WIB

Paket Stimulus Presiden Prabowo Berikan Diskon Besar-Besaran

Jumat, 22 November 2024 - 17:30 WIB

Bimtek Ketiga, Panwaslu Cibitung Raker Teknis Pengawasan Pungutan Suara Untuk Pengawas TPS

Kamis, 1 Februari 2024 - 11:26 WIB

Bahrudin SE, Resmikan Balai Warga Posyandu Bumi Sakinah 1

Rabu, 11 Januari 2023 - 07:23 WIB

Tegaaa, Bayi 8 Bulan di Bunuh !!

Jumat, 10 Juni 2022 - 07:06 WIB

Sosialisasi Beberapa UMKM Binaan Untuk Lakukan Registrasi NIB

Berita Terbaru

Bekasi

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Senin, 25 Mei 2026 - 09:37 WIB