Romahurmuziy: Jangan Ulangi Hal Yang Bisa Merusak Hubungan 2 Negara

- Redaksi

Jumat, 2 Maret 2018 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy pun mengimbau kepada seluruh umat Nahdlatul Ulama (NU) khususnya anggota Banser GP Anshor untuk jangan mengulang hal yang disinyalir bisa merusak hubungan diplomatik antar 2 negara, Indonesia dan Saudi Arabia.

Pasalnya beberapa waktu lalu, Sebanyak 999 anggota GP Ansor yang sempat menggegerkan Indonesia lantaran menyanyikan lagu “Yalal Wathon” ciptaan Pahlawan Nasional sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Wahab Chasbullah yang merupakan lagu tentang cinta tanah air Indonesia saat melakukan ibadah sai di Saudi Arabia.

Baca Juga :  Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

Hal tersebut sontak menuai pro dan kontra dikalangan elit NU dengan sejumlah tokoh agama lain yang memperdebatkan sikap para jamaah Banser GP Anshor dinilai kurang etis saat tengah menjalani ibadah suci.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan segala hormat, meski lagu itu (Yalal Wathon) adalah karangan kakek saya sendiri, tapi saya mengimbau agar jangan sampai hal seperti itu terulang lagi sehingga tidak memancing perselisihan dengan otoritas Saudi Arabia,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Kota Bekasi, Jumat (2/3/2018).

Baca Juga :  PPP Diprediksi Raih Kursi Di Bekasi Utara, Abi Masih Unggul Sementara

Pria yang akrab disapa Gus Rom ini pun mengakui bahwa lagu Yalal Wathon ciptaan KH Wahab Chasbullah yang merupakan kakeknya, bukan berarti ia membenarkan pelantunan syair tersebut saat pelaksanaan ibadah.

Ia pun mengatakan, bahwa duta besar Arab Saudi yang juga merupakan warga NU, Agus Maftuh sudah menyampaikan secara resmi rasa keberatan Pemerintah Saudi Arabia terhadap tindakan jamaah Banser GP Anshor tersebut.

Baca Juga :  Wardatul Percayakan Tim, Soal Survei Tak Ambil Pusing

“Namun meski sejumlah ulama ada yang berbeda pendapat soal menyikapi hal tersebut, saya juga berharap kasus tersebut jangan berlarut-larut apalagi terus diperdebatkan.Kita tidak bisa memutuskan boleh atau tidaknya. Tapi jika menimbulkan kegaduhan, ya kegaduhan itulah yang jangan sampai terulang lagi,” tutupnya. (dee/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru