Ramai-ramai Kuwu Di Cirebon Bergabung Dalam Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi

  • Whatsapp

RJN, Cirebon – Para Kepala Desa (Kades/kuwu) mengaku tertarik untuk bergabung kedalam gerakan masyarakat perangi korupsi (GMPK), karena LSM ini mengharamkan meminta-minta uang apalagi melakukan pemerasan.

Demikian dikatakan, Kuwu Karangmekar Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, Rusmanto usai pelantikan pengurus anak cabang (PAC) GMPK setempat, Sabtu (13/3/2021) malam.

Bacaan Lainnya

Rusmanto yang didapuk menjadi Ketua PAC GMPK Kecamatan Karangsembung Cirebon tersebut mengklaim seluruh Kuwu di Kecamatan Karangsembung sepakat untuk mendukung gerakan masyarakat perangi korupsi karena setiap Kuwu ingin mensejahterakan masyarakat tanpa terlibat korupsi.

“Kami semua tertarik dengan LSM GMPK ini, karena memiliki program mensejahterakan para anggotanya, mulai dari bidang pertanian maupun koperasi juga terdapat pembinaan dalam bidang hukum, agar para anggota jauh dari tindak pidana korupsi, “katanya

Sementara itu, Ketua GMPK Kabupaten Cirebon, Siswanto Hartoyo mengaku perekrutan anggota gerakan masyarakat perangi korupsi terbuka untuk siapa saja, termasuk para Kuwu dengan syarat berkomitmen untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan serta ikut memerangi korupsi.

“Kita mulai dari bawah, Kepala Desa atau Kuwu ini kan kepala pemerintahan terbawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka dengan masuknya mereka menjadi anggota GMPK, diharapkan pelayanan pada masyarakat lebih baik dan pembangunan di Desa semakin maksimal, “ katanya

Siswanto mengklaim ketertarikan para Kuwu ini karena GMPK tidak pernah meminta-minta uang, bahkan kami memberikan bantuan melalui program pemberdayaan masyarakat dan ikut membantu program pemerintahan desa.

“Haram bagi kami dan para anggota untuk minta-minta, karena fokus kami membantu anggota agar maju dan mandiri dalam usaha agar sejahtera tanpa korupsi, “ Demikian Siswanto

Diberitakan sebelumnya, Sempat Dianggap Ide Gila, Pertanian Sorgum Di Kabupaten Cirebon Berbuah Manis

Ide penanaman sorgum yang dilakukan Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Cirebon, berbuah manis. Padahal, penanaman sorgum pada lahan bekas perkebunan tebu tersebut awalnya dianggap gila.

Ketua GMPK Kabupaten Cirebon, Siswanto Hartoyo menerangkan, pihaknya telah memanen sorgum pada lahan-lahan yang tersebar di beberapa wilayah, seperti di Desa Sampih seluas 2 hektar dan di Kelurahan Pejambon di Kecamatan Sumber seluas 1 hektar dan Desa Susukan, Kecamatan Susukan Arjawinangun setengah hektar.

“Saat ini kami bersama para anggota GMPK sedang mempersiapkan penanaman pada musim tanam bulan Maret dan April di atas lahan 50 hektar di Kecamatan Waled, Pabuaran, Karangwareng, Susukan Lebak, Karangsembung,“ katanya, Jumat (12/3).

Siswanto mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah melakukan riset selama 2 tahun lebih di beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon, agar tanaman sorgum dapat dibudidayakan anggota GMPK dan petani lainnya secara luas.

“Sorgum ini sangat mudah hidup di Kabupaten Cirebon dan tanaman sorgum ini dapat dimanfaatkan semua dari mulai batang dan daun digiling jadi pakan ternak untuk memasok pasar domestik,“ kata Siswanto.

Siswanto mengaku mendapatkan bibit sorgum dari Biogen. Sedangkan untuk hasil panen sorgum perdana pada bulan Februari langsung dibeli koperasi GMPK sendiri, karena banyak permintaan dari pasar domestik.

“Kami berharap pertanian sorgum ini berjalan lancar, karena akan sangat bermanfaat untuk perekonomian desa, selain sebagai pemasukan pendapat asli desa dari sewa lahan eks pertanian tebu juga memberdayakan masyarakat,” tegasnya

Sementara salah seorang petani sorgum, Suherman mengatakan, ia menjadi petani sorgum pertama di wilayah Kecamatan Susukanlebak dengan memanfaatkan lahan bengkok seluas 2 hektar. Modal yang dikeluarkan Rp 20 juta per hektar dan setiap 2 bulan panen sehingga dalam setahun bisa 5 kali panen.

“Setelah dihitung modal Rp20 juta dan ongkos produksi, maka petani sorgum bisa menerima keuntungan Rp30 sampai Rp40 juta per tahun dari setiap hektarnya,“ katanya.

Diketahui, sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara

Diketahui, Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) diketuai Bibit Samad Rianto salah satu tokoh anti Korupsi yang pernah menjabat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

(ymd)

Pos terkait

Comment