Puluhan Warga di Desa Mekarmulya Majalengka Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah

- Redaksi

Senin, 8 April 2019 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Majalengka – Hujan deras yang mengguyur wilayah Majalengka bagian selatan sejak Minggu (7/4/2019) sore hingga malam, mengakibatkan sejumlah infrastuktur jalan dan jembatan rusak.

Selain itu, curah hujan tinggi juga memicu pergerakan tanah di dua RT di Blok Lamelaut, Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Senin (8/4/2019).

Akibatnya sebanyak 19 rumah yang dihuni 25 Kepala Keluarga (KK) dengan 72 jiwa di dua RT, masing-masing RT 009/003 dan RT 001/001, terpaksa mengungsi. Sebagian besar rumah warga rusak parah dan sedang.

Menurut keterangan sejumlah warga, pergerakan tanah mulai terjadi pada Senin (8/4/2019) pukul 05.00 WIB.

“Pagi usai salat subuh terdengar ada bunyi seperti retakan bambu, dan terasa rumah bergoyang. Saya kira gempa bumi, begitu melihat ke luar ternyata lantai tanah sudah anjlok dan kondisi rumahnya miring karena permukaan tanah berubah,” ungkap salah seorang warga, Herawan (40).

Rumah panggung miliknya kini miring serta di bagian bawah dan halaman rumah terdapat bongkahan tanah memanjang tak beraturan akibat pergerakan tanah. Hanya menurut warga pengalaman serupa di wilayahnya pernah terjadi di tahun 2014 lalu. Namun kondisinya tidak separah saat ini.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Jaringan Narkoba yang Dikendalikan dari Lapas Gintung Cirebon

Camat Lemahsugih, Rahmat Susanto mengungkapkan, pihaknya akan segera membangun tenda darurat bagi warga. “Terpenting sekarang adalah menenangkan warga agar kondisi psikologisnya tenang dulu. Jangan sampai mereka panik karena kondisi ini,” ungkap Rahmat.

Selain itu, longsor terjadi di beberapa titik wilayah Majalengka selatan. Seperti terpantau di Desa Cipeundeui, tebing setinggi 5 meter longsor dan hampir menimpa rumah milik Sanip. Beruntung hanya halaman belakangnya saja yang terkena reruntuhan tebing.

Baca Juga :  Ultah ke-40, HMSS Jabodetabek Beri Penghargaan untuk Masyarakat Aceh Singkil dan Subulussalam

“Alhamdulillah rumah saya masih ada jarak satu meter dari tebing. Sehingga hanya menimpa halaman belakang saja,” ungkap Sanip.

Bukan hanya di Cipeundeuy, tebing setinggi 40 meter di Blok Sarikuning desa Siliwangi juga longsor dan menimbun jalan sepanjang 15 meter sehingga melumpuhkan akses jalan menuju desa setempat.(kii/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terbaru