Puluhan Relawan TIK Kota Cirebon Ikuti TOT Online.

- Redaksi

Senin, 29 Juli 2019 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon– Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki ketahanan terhadap persoalan ekonomi termasuk krisis yang menimpa Indonesia. Hal ini mendasari pemerintah pusat ingin mengembangkan UMKM secara online. Kota Cirebon memiliki banyak UMKM yang dapat dikembangkan dengan industry digital.

Demikian diungkapkan Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital Pariwisata Tranportasi dan Perdagangan Kementrian Komunikasi dan Informatika, Sumarno S.Sn, MM ketika Training of Trainers (TOT) Relawan TIK yang dilaksanakan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon di Ruang Adipura Balaikota Cirebon, Senin (29/7). Sumarno mengatakan Kota Cirebon memiliki potensi UMKM sangat luar biasa dan selalu tumbuh dalam perkembangannya.

“Kami harapkan produk UMKM Cirebon akan go internasional melalui industry digital atau online. TOT ini sangat tepat karena nanti para relawan TIK akan menjadi pandu digital bagi daerah terutama pelaku UMKM,” ungkap Sumarno.

Sumerni menambahkan program UMKM go online atau grebeg pasar merupakan program pemerintah yang selalu memperhatikan bidang ekonomi masyarakat. Pemerintah menggulirkan Gerakan 8 juta UMKM untuk mengembangkan ekonomi masyarakat menengah dan bawah.

Baca Juga :  Pengamanan KTT G20 di Bali XL Axiata-POLRI Kolaborasi Terapkan Teknologi Body Worn Camera

“Kebijakan tersebut sangat berdasar karena UMKM ternyata lebih kuat menghadapi persoalan ekonomi dan lainnya. Dengan memanfaatkan teknologi UMKM dapat menjual secara meluas sehingga omzet bertambah,” kata Sumarno.

Kegiatan TOT bertema Ayo Jualan Online diikuti puluhan Relawan TIK Kota Cirebon. Kegiatan menghadirkan nara sumber dari Shoppe dan Bukalapak yang sudah terbukti mengembangkan perdagangan secara online. Tampak hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sumanto, PLH Kepala DKIS, Dra. Hj. Nina Isniawati, MSi, Dirut PD Pasar, Akhyadi, SE dan lainnya.

Sambutan Wali Kota yang diwakili Sumanto mengatakan program TOT selaras dengan program smart city. Pihaknya mendukung pengembangan UMKM berkemampuan digital sesuai tuntutan jaman.

“Pelaku UMKM harus beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang. Insyaallah UMKM Kota Cirebon akan maju dengan dukungan industry digital. Harapannya tentu mereka akan menjadi enterpreuneur yang handal dengan industry digital,” kata Sumanto.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Dukung Sosialisasi BPN untuk Percepatan PTSL Tahun 2022

Sementara Kabid Statistik , Sektoral dan Persandian DKIS Kota Cirebon,TM Maulana, menjelaskan jika pada pelatihan kali ini ada 25 orang yang dilatih dan bertugas sebagai canvasser. “di hari pertama ini, mereka akan mendapatkan pelatihan secara teori dari market place,” ungkap Maulana. Selanjutnya hingga 12 Agustus mendatang, mereka akan mendatangi 6 pasar tradisional yang sudah ditetapkan menjadi target dari kegiatan ini. Yaitu Pasar Kanoman, Pasar Pagi, Pasar Jagasatru, Pasar Perumnas, Pasar Drajat, dan Pasar Harjamukti. “Para canvasser bertugas untuk mengajari pedagang berjualan secara online,” ungkap Maulana. Bahkan hingga pembuatan email pun menurut Maulana juga akan dibuatkan.

Melalui grebeg pasar ini, ditargetkan 2 ribu UMKM bisa terjaring dan melakukan penjualan secara online. “Target awal kami pedagang yang berjualan bahan kering. Seperti kerupuk udang, terasi dan lainnya,” ungkap Maulana. Jumlah 2 ribu UMKM tersebut menurut Maulana merupakan tahap awal pelaksanaan grebeg pasar ini. Karena sebenarnya berdasarkan data dari Perumda Pasar Berintan, ada sekitar 9 ribu UMKM yang ada di 10 pasar rakyat di Kota Cirebon. Target ke depannya, pedagang di semua pasar tersebut bisa melek teknologi dan mulai melakukan penjualan secara digital atau online.

Baca Juga :  Disbudpora Buka Seleksi Poltradnas Tahun 2023

Kegiatan hari ini, lanjut Maulana, sebenarnya merupakan lanjutan dari kegiatan yang dilakukan selama 2017 dan 2018 lalu. “Kita sudah lima kali melakukan pelatihan UMKM go online sepanjang dua tahun tersebut,” ungkap Maulana. Caranya dengan mengundang pelaku UMKM untuk mendapatkan pelatihan penjualan secara online. Sebanyak 600 UMKM sudah mengikuti kegiatan tersebut dan dari jumlah tersebut sekitar 40 persennya saat ini sudah aktif melakukan penjualan secara online. “Perbedaannya dengan sekarang, kita yang mendatangi langsung ke pasar melalui canvasser sedangkan sebelumnya kita yang mengundang mereka datang untuk mendapatkan pelatihan,” ungkap Maulana. Dengan pola grebeg pasar yang dilakukan saat ini, maka pedagang yang ada di pasar rakyat tidak perlu meninggalkan jualannya.

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Berita Terbaru