oleh

Perda RTRW 2018 Disahkan, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon

RakyatJabarNews.com Cirebon – Rencana Tata Ruang Wilayah tahun 2011 kini sudah direvisi dengan diterbitkannya Perda revisi RTRW tahun 2018 – 2038. Tentu ini menjadi angin segar bagi para investor. Bergesernya kawasan industri dari Jabodetabek menuju Kabupaten Cirebon sudah dimulai dengan berdirinya industri kelistrikan yang di pelopori oleh PT. Cirebon Electric Power guna memasok kebutuhan listrik Nasional khususnya di Pulau Jawa dan Bali.

Adanya energi listrik merupakan salah satu indikator masuknya industri yang berskala besar di Cirebon. Bahkan untuk menunjang pembangunan industri pemerintah daerah Kabupaten Cirebon dalam RTRW 2018 menyediakan lahan pertambangan seluas 1.005 Hektar di 12 Kecamatan yang masuk zona pertambangan.

Wakil Ketua DPRD Kabuapten Cirebon, Hj. Yuningsih sangat berharap dengan disahkannya Perda Revisi RTRW tahun 2018 bisa memberikan manfaat positif yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon.

“Kami berharap dengan sudah disahkanya Perda RTRW 2018, di mana 10.000 hektar di 16 kecamatan untuk industrial dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cirebon, khususnya di daerah industri, di mana ada 16 kecamatan masuk zona industri baru di Wilayah Cirebon Timur seperti Greged, Mundu, Astana Japura, Pangenan, Gebang, Losari, Pabedilan, dan Ciledug ini merupakan pemerataan di mana selama ini seolah oleh hanya di wilayah barat,” terangnya saat ditemui RakyatJabarNews.com di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (25/5).

Masih menurut Yuningsih, dengan dibukanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan dibukanya akses pintu tol di Ciledug, dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat, di mana investor akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitar dengan berdirinya industri, khususnya di kecamatan-kecamatan yang baru masuk zona industri.

“Kami pun dari DPRD akan berusaha agar para investor yang masuk memperhatikan tenaga kerja lokal agar perekonomian masyarakat c
Cirebon maju. Apalagi setelah di bukanya akses tol Ciledug dan diresmikannya BIJB Kertajati yakin wilayah Cirebon makin maju,” terangnya.

Ditambahkan Yuningsih, perkembangan industri yang terjadi di Cirebon harus diimbangi oleh kesiapan masyarakatnya agar lapangan pekerjaan dapat di serap dan maksimalkan oleh tenaga kerja lokal.

“Tentu peluang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan mempersiapkan masyarakat untuk siap bersaing, di mana lapangan pekerjaan terbuka lebar. Diharapkan masyarakat saling menjaga agar kemajuan Cirebon terlaksana dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Cirebon,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Komentar

News Feed