Pengusaha Tahu di Kuningan Ini Pingsan Gegara Terciduk Gunakan Gas Melon

- Redaksi

Kamis, 8 Agustus 2019 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

i

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

RJN, Kuningan- Petugas gabungan dari Bagian Ekonomi Setda Kuningan bersama Pertamina, Satpol PP, dan kepolisian melakukan sidak gas ukuran 3 kilogram ke sejumlah pelaku usaha menengah keatas. Bahkan, salah seorang pelaku usaha mengaku pernah pingsan akibat sidak yang terjadi tahun lalu.

Pengakuan itu disampaikan Wiwik, salah seorang pemilik usaha tahu yang memasok ke sejumlah pasar Kuningan hingga Cirebon. Namun kini, perajin tahu itu mengaku telah ‘insyaf’ dan beralih memakai gas non-subsidi sejak ada imbauan dari petugas.

“Saya sempat pingsan saat didatangi petugas karena ketahuan pakai gas melon, itu tahun lalu. Kalau sekarang saya gak berani lagi pakai gas melon dan sudah menggunakan gas 12 kilogram,” ucap Wiwik, Rabu (7/8/2019).

Pemilik usaha tahu di Jalaksana itu mengaku, setiap hari dalam produksi tahu bisa menghabiskan 12 tabung gas melon. Namun setelah diberi penjelasan bahwa tidak diperbolehkan memakai gas melon bagi pelaku usaha menengah ke atas, kini sudah beralih memakai gas non subsidi.

“Saya dulu pakai gas melon, karena belum tahu kalau ada aturan gak boleh pakai itu. Sehari bisa habis 12 tabung gas melon, karena harganya juga lebih murah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Terbitkan Larangan Penggunaan Kendaraan Dinas selama Libur Idul Fitri 1446 H

Setelah tahu informasinya, Wiwik kini tidak lagi memakai gas melon dan mengikuti aturan dari petugas.

Atas kesadaran dan kepatuhan tersebut, Wiwik mendapat apresiasi dari Sales Executive LPG Pertamina Wilayah Ciayumajakuning berupa merchandise menarik. Selain pengusaha tahu, titik lain yang disidak yaitu para pedagang bakso maupun pelaku usaha kelas menengah lain hingga ke daerah perbatasan Kuningan-Cirebon di Kecamatan Pancalang.

Saat di daerah perbatasan, petugas masih menemukan gas kiriman dari luar Kuningan yang dijual pedagang eceran. Alasan pedagang memilih gas melon dari luar Kuningan, karena jaraknya lebih dekat.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Beri Apresiasi Pemkab Bekasi atas Perolehan Opini WTP Tahun 2018

Atas temuan itu, Kabag Ekonomi Setda Kuningan Toto Toharudin berjanji, akan menjadi catatan dan bahan pembahasan bersama pihak Pertamina untuk mencari solusi kedepan. Sebab kiriman gas dari luar daerah melanggar aturan, namun disisi lain ada kebutuhan hidup masyarakat yang harus dipenuhi.

“Solusinya kita perlu hadirkan minimal satu agen di setiap desa. Terutama untuk daerah-daerah pinggiran yang berbatasan dengan kabupaten lain, sehingga kebutuhan gas bisa kita penuhi tanpa harus dipasok dari luar Kabupaten Kuningan,” tutupnya.

(dri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall
MBZ Naik 76%
Mudik Gratis Bekasi Diserbu Warga! 1.458 Orang Berangkat Pakai 27 Bus ke Solo hingga Surabaya
Tri Adhianto Minta Dedi Mulyadi Percepat Pemisahan Aset Kota dan Kabupaten Bekasi
HUT ke-29 Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe Hormati Jasa Pahlawan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 10:10 WIB

Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Kamis, 2 April 2026 - 11:16 WIB

Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:20 WIB

MBZ Naik 76%

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !