Penderita Kusta Masih Tinggi, Pemkab Cirebon Terus Sosialisasikan kepada Masyarakat

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Penyakit kusta yang kerap menyerang usia produktif dikarenakan pada usia-usia tersebut, cukup melakukan banyak aktivitas. Hal tersebut membuat resiko tertularnya penyakit kusta lebih besar. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Dwi Sudarni saat menghadiri peringatan Hari Kusta Sedunia ke-65 di Puskesmas Astanajapura, Kecamatan Astanjapura Kabupaten Cirebon, Rabu (31/1).

“Usia-usia produktif tersebut memang kerap memamg memiliki aktivitas di luar lebih banyak, seperti kontak fisik. Apalagi yang laki-laki. Jadi, kemungkinan tertularnya lebih besar,” jelasnya saat ditemui awak media.

Bacaan Lainnya

Dengan memperhatikan permasalahan tersebut, maka pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon terus mensosialisasikan dan edukasi kepada masyarakat tentang apa itu penyakit kusta, baik pengertiannya, gejala-gejala atau tanda-tanda yang ditimbulkannya, penyebabnya, serta cara penyembuhannya.

“Pengetahuan masyarakat saat ini masih minim. Mereka bahkan tidak tahu kalau sedang mengalami penyakit kusta. Untuk itu, melalu kegiatan ini, kami mengenalkan kepada masyarakat tentang bahaya penyakit kusta,” tuturnya.

Lanjut Dwi, Kabupaten Cirebon sempat menduduki peringkat 3 teratas di kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat pada tahun 2016. Tentunya angka tersebut masih cukup tinggi untuk penderita kusta di Kabupaten Cirebon.

“Pemerintah selalu berusaha untuk menurunkan angka kusta di Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Dwi melanjutkan, pemerintah sudah melakukan kegiatan-kegiatan dan penemuan kasus secara intensif ke sekolah-sekolah dan masyarakat, untuk mengurangi dan mengobati penderita kusta. Karena itu, pemerintah Kabupaten Cirebon menggratiskan pengobatan kusta selama setahun.

“Harapannya di tahun 2019 nanti semoga penyakit kusta akan menurun di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *