Penambangan Batu dengan Bom Berakhir Petaka, Dedi Mulyadi Desak IUP PT MSS Dicabut

- Redaksi

Rabu, 9 Oktober 2019 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Purwakarta – Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyerukan kepada pemerintah agar mencabut izin usaha pertambangan batu PT MSS. Seruan ini terkait dengan peristiwa ledakan tebing di lokasi pertambangan batu.

Tepatnya, di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (8/10/2019).

Akibat ledakan tersebut, tujuh rumah dan satu sekolah rusak berat. Menurut Dedi, pencabutan izin yang dia serukan merupakan usulan sanksi kepada perusahaan pertambangan yang melakukan kecerobohan. Lokasi tambang batu di Desa Sukamulya sendiri berada dibawah kendali PT Mandiri Maju Sentra (MMS).

“Cabut saja izin perusahaannya, tidak perlu ada evaluasi. Lebih baik, tutup penambangannya. Untung tidak warga yang sedang berada di dalam rumah. Itu kalau sampai ada, bisa banyak korban jiwa,” kata Dedi, Rabu (9/10/2019).

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu menyebut izin usaha pertambangan kini berada di tangan pemerintah provinsi. Meski begitu, rekomendasi dimulai sejak dari pemerintahan setempat yakni dari desa hingga kabupaten. Pola tersebut sesuai dengan aturan yang sudah dibakukan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang.

Baca Juga :  Adakan Roadshow Workshop Pelatihan Digital di Jateng, Prabowo - Sandi Optimis Kalahkan Jokowi

Pemerintah kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas dua dokumen. Yakni, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Sementara izin usaha berada di tangan Provinsi Jabar melalui leading sector terkait.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono menerangkan, jumlah korban terdampak hujan batu di Purwakarta sebanyak 215 jiwa. Jumlah tersebut berasal dari 68 Kepala Keluarga.

Baca Juga :  Ribuan Warga Saksikan Prosesi Sakral Mandikan Pusaka Peninggalan Kerajaan Talaga Manggung

“Para petugas kami bersiap di lokasi untuk membantu warga sejak kejadian kemarin. Sampai hari ini, kita masih melakukan langkah-langkah penanganan,” katanya.

Wahyu menjelaskan bahwa peristiwa tersebut diakibatkan oleh aktivitas blasting atau peledakan. Kegiatan itu dilakukan PT MMS pada Pukul 13.00 WIB, kemarin.

“Hasil pengecekan di lapangan dan berdasarkan keterangan saksi, batu itu bergerak dari ketinggian 500 meter dari pemukiman warga. Kita masih terus pantau semuanya,” ujarnya.

(dam/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Minta Uang Miras, Pria Mabuk Bunuh Tuan Rumah Pesta di Purwakarta
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Berita Terbaru