Pemuda Muhammadiyah Jabar Beri Komentar, Hukum Harus di Tegakkan soal Cuitan Ferdinand Hutahaean

- Redaksi

Sabtu, 8 Januari 2022 - 20:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Asep Sholeh Fakhrul Insan, ST.

i

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Asep Sholeh Fakhrul Insan, ST.

Cirebon – Pengurus Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat mendesak kepolisian untuk menangkap eks politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Pasalnya, cuitan Ferdinand tentang “Allahmu lemah” telah melukai hati umat Islam.

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Asep Sholeh Fakhrul Insan, ST. mengatakan, jika ingin menjaga ketenangan bangsa, maka Ferdinand harus segera diamankan.

“Saya sebagai pemuda sangat geram tentang ini, saya meminta polisi untuk segara memproses Ferdinand demi ketenangan bangsa,” ujar Kang Asep, Sabtu (8/1/2022).

Menurutnya, alasan Ferdinand harus segera ditangkap untuk memberi pelajaran agar yang bersangkutan tak lagi seenaknya menulis sesuatu tentang ketuhanan atau agama.

“Cuitan Ferdinand sangat meresahkan, dia seolah menujukan tafsir bahwa hanya Tuhan nya yang kuat dan Tuhan umat lain itu lemah, hal ini adalah penistaan.”

Proses hukum harus berjalan, kita semua mengawal. Jangan sampai hanya sekedar minta maaf sehingga tidak ada efek jera. Nanti bahkan akan muncul Ferdinad Ferdinand lain jika hukum tidak ditegakan, “lanjut Kang Asep.

“Dalam Islam itu saya meyakini bahwa Allah memiliki sifat Al-Qawiyyu (Maha Kuat), Al-Aziz (Maha Perkasa), Al Jabbar memiliki (Mutlak) Kegagahan,” tuturnya.

Baca Juga :  Ruhimat : Tahun 2023 Fokus Proyeksi Perbaikan Infrastuktur Jalan

“Saya ini belajar sama kiai kampung. Jadi janganlah, buat kegaduhan yang bisa berujung benturan,” sambungnya.

Meski hanya sekadar cuitan, namun tetap saja Ferdinand telah merusak harmonisasi antarumat. Itulah mengapa, untuk menghadirkan rasa jera, maka yang bersangkutan harus segera diproses hukum.

Baca Juga :  Baru 1 Minggu Buka, Ayam Goreng Macan di Serbu Pembeli

“Kita ini kan harus selalu menjaga antar pemeluk agama agar tak menyakiti atau mencederai keyakinan masing-masing. Jadi, cuitan-cuitan di media sosial itu sangat disayangkan membuat gaduh. Jangan seperti itu,” tegasnya.

Mengenai klarifikasi yang telah disampaikan Ferdinand, Kang Asep menilai, itu haknya untuk membela diri. Namun, tetap saja, hukum harus tetap ditegakkan.

penulis: aziz

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.902 Warga Muktiwari Terima Beras 30 Kg per KK, Kades Bahrudin: Bantu Ringankan Beban Keluarga
Tri Adhianto Ajak Warga Bekasi Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana NTT
Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai
Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi
Warga Sambut Taman Ruang Terbuka Hijau di Wisma Jaya
Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata
Bikin Bangga! 83,10 Persen Pemuda Bekasi Ternyata Tak Merokok, Tertinggi di Jabar
Ada Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Putra Sayuti Melik, Wawali Bekasi Datang Langsung

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:16 WIB

1.902 Warga Muktiwari Terima Beras 30 Kg per KK, Kades Bahrudin: Bantu Ringankan Beban Keluarga

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Tri Adhianto Ajak Warga Bekasi Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Warga Sambut Taman Ruang Terbuka Hijau di Wisma Jaya

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami