Pemdes Batulawang Desak Perbaikan Jalur Puncak 2

- Redaksi

Jumat, 23 Februari 2018 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cianjur –  Jalur Puncak II menjadi penghubung antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor pascalongsor yang terjadi di jalur Puncak 1. Sayangnya, Jalur tersebut sangat terjal dan berlumpur. Puluhan kendaraan harus mengantre di tanjakan yang ekstrim di Kampung Cidaweung Desa Batulawang Kecamatan Cipanas.

Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohaendi menjelaskan saat kawasan jalur Puncak I ditutup, setiap akhir pekan banyak kendaraan yang melintasi kawasan Puncak II untuk menuju kawasan Cianjur dan sekitarnya. Rata-rata kendaraan yang melintas adalah kendaraan pelat B yang berasal dari daerah Bekasi, Jakarta, Tangerang, dan Bogor.

Baca Juga :  Penyerahan Piala Lomba Video Pendek Dokumenter Tingkat SMP, Plt. Wali Kota Bekasi Serahkan Langsung

“Mereka kini mulai menggunakan jalur Puncak 2, karena banyak pengendara cemas adanya longsor di Puncak 1,” tuturnya.

Banyak kendaraan yang terselip karena jalur yang berlumpur dan harus dibantu warga untuk dapat keluar. Hujan yang  turun setiap hari membuat kondisi jalan semakin parah.

Baca Juga :  Akibat Status Kuwu Tidak Jelas, Pembangunan Desa Sidamulya Terhenti

“Makanya kami mendesak ada perbaikan jalur Puncak 2. Terlebih selama ini pemerintah sudah beberapa kali ingin memperbaiki jalur Puncak 2, namun sampai saat ini belum ada realisasi,” paparnya.

Vira (39) warga Tangerang yang hendak berkunjung ke Cibodas menjelaskan, dia bersama keluarganya menempuh jalur Puncak 2 karena mendengar jalur Cipanas yang rawan longsor.

Baca Juga :  Pasca Bencana Pj.Bupati Cirebon langsung Datangi Korban dan Pengungsian

“Sayangnya saat saya melintas ternyata jalur tersebut rusak berat, padahal jalur itu sangat cocok untuk dilintasi,” jelasnya.

Diakuinya jalur Puncak 2 bisa menjadi destinasi baru karena pemandangannya yang indah.

“Kalau saja jalur disini bagus, pastinya kami bakal lewat disini dari pada jalur puncak 1 yang rawan bencana,” tukasnya. (red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Lantik 24 Pejabat, Tekankan Keterbukaan dan Respons Cepat
DCKTR Kabupaten Bekasi Dukung Program Rumah ASN Kemenimipas Lewat Sinergi Penyediaan Hunian
DCKTR Pastikan Pembangunan Infrastruktur 2026 Berjalan Sesuai Target
Wali Kota Bekasi Optimistis Raih Prestasi Nasional
Usai Dengar Keluhan Petani, Plt Bupati Bekasi Gerak Cepat Benahi Irigasi Pebayuran
DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:20 WIB

Wali Kota Bekasi Lantik 24 Pejabat, Tekankan Keterbukaan dan Respons Cepat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:36 WIB

DCKTR Pastikan Pembangunan Infrastruktur 2026 Berjalan Sesuai Target

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:18 WIB

Wali Kota Bekasi Optimistis Raih Prestasi Nasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:54 WIB

Usai Dengar Keluhan Petani, Plt Bupati Bekasi Gerak Cepat Benahi Irigasi Pebayuran

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan

Berita Terbaru