PAN Keluar dari KCM, Ini Penjelasan Dani

- Redaksi

Minggu, 5 November 2017 - 17:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sejak diumumkannya pasangan calon walikota Cirebon dan wakil walikota Cirebon Nasrudin Azis dari Partai Demokrat dan Ety Herawati atau Eeng Charly dari Partai Nasdem, Dewan Perwakilan Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Barat menyatakan secara resmi mundur dari Koalisi Cirebon Maju (KCM). Sebab, hilang sudah kesempatan PAN untuk menjadi calon wakil pendamping petahana kota Cirebon. Apalagi, Partai Nasdem bukan bagian dari KCM.

Menurut Dani Mardani selaku ketua DPD PAN Kota Cirebon, keluarnya PAN dari KCM karena pada dasarnya, PAN punya tradisi khusus yakni tidak pernah mendukung calon lain, tetapi mendukung calon walikota dan wakil walikota melalui penjaringan PAN sendiri.

Baca Juga :  Aldera dan ARAK Dorong KPK Usut Tuntas Kasus Sunjaya

“Kami dari Partai PAN sudah mengundurkan diri dari KCM. Sebab, PAN sudah tidak ada kesempatan lagi buat jadi wakil. Jadi, untuk apa tetap berada di KCM?” ungkap Dani Mardani saat ditemui awak media di kawasan stadion Bima saat Car Free Day hari Minggu (5/11).

Dani menjelaskan, bahwa komitmen awal sebagai calon pendamping petahana sudah hilang, jadi PAN memutuskan untuk keluar. Dan sebagai gantinya, PAN akan membentuk poros baru.

“Kami sudah lakukan komunikasi politik dengan Gerindra, PKS, Golkar, dan Hanura untuk membangun kekuatan baru atau poros baru. Sebab kami menyadari kalau PAN tidak memenuhi syarat perundang-undangan dalam penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota,” jelas Dani.

Baca Juga :  Dukungan terhadap Lurah Ibeng Mengalir untuk Mendampingi Ade Yasin

Adapun yang ditawarkan oleh PAN sendiri adalah berkoalisanya partai-partai yang belum memenuhi syarat perundang-undangan penetapan dengan mengusung kesetaraan calon. Jadi, pihak partai sendiri masih belum tahu siapa saja calonnya.

“Sudah ada lima partai yang kami ajak gabung. Tapi kami yakin PAN akan berkoalisi yang linier untuk lingkup Jabar. Kita juga tawarkan figur alternatif,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengamat UGM Sebut Zulhas Layak Dipertimbangkan Gantikan Gibran
Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Verrell Bramasta Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:33 WIB

Pengamat UGM Sebut Zulhas Layak Dipertimbangkan Gantikan Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Verrell Bramasta Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan

Berita Terbaru