Debat Pilwalkot Bekasi: Pepen Bantah Sungai Bekasi Tercemar Limbah Industri

- Redaksi

Kamis, 3 Mei 2018 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Calon Wali Kota Bekasi nomor urut 1, Rahmat Effendi, menyangkal kabar yang menyebut bahwa pencemaran lingkungan di Kota Patriot disebabkan oleh limbah yang berasal dari industri-industri di kota tersebut. Hal tersebut diungkapkannya dalam debat kandidat kedua Pilkada Kota Bekasi 2018.

“Saya ingin meluruskan bahwa yang berbuat dan mengakibatkan limbah itu bukan perusahaan di Kota Bekasi. Selama saya jadi Wali Kota, hanya satu dan langsung saya tutup. Jadi, tidak ada ampun bagi perusahaan yang mengabaikan ekosistem,” ujar pria yang akrab disapa Pepen ini, Kamis (3/5/2018). Dia mengatakan bahwa limbah-limbah tersebut berasal dari industri-industri yang berdomisili di Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Jaga Tumbuh Kembang Anak, Wiwiek Hargono Ajak Warga Rutin ke Posyandu

Panelis bertanya mengenai bagaimana visi Pepen ke depan terkait penanggulangan limbah industri dari luar Kota Bekasi. Pepen mengklaim, sedari awal dirinya menjabat, pihaknya telah bekerjasama dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor terkait upaya penanggulangan limbah karena membuat masyarakat resah.

“Kami memberikan warning (pada perusahaan), karena yang mencemari adalah industri-industri yang ada di Kabupaten Bogor,” kata Pepen.

Selain langkah kerja sama memantau perusahaan nakal yang tinggal ditindaklanjuti, Pepen berencana membangun instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) di beberapa titik. IPLT ini mampu mengolah air limbah yang dirancang hanya menerima dan mengolah lumpur tinja.

“Persoalan limbah rumah tangga pun kami sudah dapat mengurusinya. Kami punya IPLT dan menjadi daerah rujukan di republik, bahkan di kemudian hari kami akan mempunyai 4 titik lagi IPLT, di Bekasi Utara, Bekasi Barat, Pondok Gede, kalau Bantargebang sudah ada,” jelas Pepen.

Baca Juga :  Ridwan Kamil: Mana Saja Selama Cocok, Tidak Masalah

Namun, yang terpenting, pemerintah provinsi juga harus memberikan perhatiannya terhadap persoalan ini. Tanpa mereka, ujar Pepen, persoalan limbah industri akan tetap ada karena limbah yang masuk ke dalam sungai akan terus mengalir dan terhubung ke daerah-daerah lainnya.(Ant/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wawali Bekasi: Duduk Bersama Tokoh Agama Perkuat Kerukunan
DPRD Bekasi: IKU 2025 Mayoritas Tercapai, Soroti Kota Layak Anak dan Banjir
Pemkab Bekasi Perkuat Kepemimpinan Berintegritas Lewat Talkshow Kemendagri
TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 16:04 WIB

Wawali Bekasi: Duduk Bersama Tokoh Agama Perkuat Kerukunan

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

DPRD Bekasi: IKU 2025 Mayoritas Tercapai, Soroti Kota Layak Anak dan Banjir

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIB

Pemkab Bekasi Perkuat Kepemimpinan Berintegritas Lewat Talkshow Kemendagri

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Berita Terbaru

Anda Kurang Beruntung !