Menko Luhut: Industri Kelapa Sawit Signifikan Menyerap Tenaga Kerja

- Redaksi

Rabu, 9 Mei 2018 - 07:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Jakarta – Seusai memimpin Tim Negosiasi RI dalam membahas pembatasan penggunaan produk sawit dan turunannya ke berbagai negara anggota Uni Eropa, diantaranya Belgia, Belanda, dan Jerman akhir April lalu. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyatakan kembali tujuannya bukan untuk meminta-minta akan tetapi menjelaskan bagaimana pentingnya sawit untuk Indonesia.

“Palm oil untuk Indonesia memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap ekspor. Penerimaan negara dari situ bisa mendekati 45 milyar dollar. Itu baru dari satu komoditas dan kita belum bicara produk turunannya sebagai industri super strategis untuk Indonesia ke depannya,” ujar Menko Luhut saat menjadi pembicara kunci di seminar “Menjawab Hambatan Perdagangan Ekspor Minyak Sawit Di Pasar Global”, di Jakarta, Selasa (08/05).

Baca Juga :  Bazar Ramadan UMKM Tingkatkan Ekonomi Kota Bekasi Meroket

Tidak kalah penting, lanjut Menko Luhut, adalah kontribusi kelapa sawit terhadap penyerapan tenaga kerja dan petani kecil yang sangat signifikan. “Ada 5,5 juta orang pekerja langsung dan 12 juta orang pekerja tidak langsung, sehingga total penyerapan tenaga kerja dapat mencapai 17,5 juta orang. Pemerintah juga terus melakukan riset bagaimana cara meningkatkan bibit baru agar bisa di re-planting dan menumbuhkan plasma-plasma sehingga mencapai 5-6 ton per hektar,” ujar Menko Luhut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu Menko Luhut juga menjelaskan perkembangan Renewable Energy Directive (RED) II yang dinilai menjadi ihwal pembatasan penggunaan produk sawit dan turunannya. Sebelumnya, pada 17 Januari 2018, parlemen Uni Eropa telah melakukan voting dan memutuskan untuk merevisi RED II dengan ketentuan, penggunaan biofuels dan bioliquids yang diproduksi dari CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah), tidak akan dimasukkan dalam penghitungan kontribusi penggunaan energi baru terbarukan mulai tahun 2021.

Baca Juga :  Walikota Cirebon Uraikan RAPBD Tahun Anggaran 2018 Kota Cirebon

“Jika ketentuan ini disetujui oleh Komisi Uni Eropa dan Energy Council, maka akan menyebabkan impor CPO untuk penggunaan biofuels di Uni Eropa berkurang signifikan, karena 1/3 impor CPO dari Indonesia digunakan untuk biodiesel. Namun, keputusan parlemen Uni Eropa itu belum final,” imbuh Menko Luhut. Keputusan tersebut akan dibahas melalui proses legislasi yang kompleks antara parlemen Uni Eropa, Komisi Uni Eropa dan Energy Council dari masing-masing negara anggota

Menko Luhut menambahkan pemerintah tidak pasif, ada berbagai strategi yang akan dilakukan pemerintah seperti pertama, peningkatan hubungan kerja sama ekonomi antar negara melalui promosi potensi pariwisata, penyelesaian kasus investasi besar dari negara terkait dan bagaimana mengurangi hambatan. Kedua, langkah pemerintah dalam kaitannya dengan suistanable development, diantaranya penanganan sampah plastik dan rehabilitasi Sungai Citarum.

Baca Juga :  Plt Bupati Bekasi Resmikan Gedung Serbaguna Roudhotul Jannah

Sebagai penutup, Menko Luhut menegaskan, Indonesia akan menerapkan diplomasi perdagangan yang cukup offensive, dengan tetap mengedepankan dialog dan lobi, terutama dengan menjelaskan langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah untuk mendorong penerapan prinsip-prinsip suistainability dalam sektor kelapa sawit.

“Perkebunan kelapa sawit harus memperhatikan aspek lingkungan, agar menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan sehubungan dengan itu pemerintah mengambil langkah moratorium perluasan lahan sawit, restorasi lahan gambut dan mencegah alih fungsi lahan koservasi,” pungkas Menko Luhut.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Dari NTT Menuju Dunia, Lanud El Tari Bidik Lahirnya Atlet Panahan Berprestasi
Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN
XL Ultra 5G+ Hadir di Yogyakarta dan Solo, Paket Mulai Rp50 Ribu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Dari NTT Menuju Dunia, Lanud El Tari Bidik Lahirnya Atlet Panahan Berprestasi

Berita Terbaru