Harga Beras Meroket, Diah Irwani Dongkol

oleh -

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Lonjakan harga beras yang terus meroket dan rencana pemerintah akan impor beras 500 ribu ton, membuat dongkol Diah Irwani Indriyati selaku Anggota Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cirebon.

Saat ditemui di bilangan Kecamatan Lemahabang, Diah mengungkapkan kekesalannya pada pemerintah yang tidak mampu menahan laju harga dari kebutuhan pokok yaitu beras. Padahal, Kabupaten Cirebon merupakan lumbung padi dan melimpah ruahnya gabah petani.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi sekarang, di mana lonjakan harga beras tinggi. Padahal Kabupaten kita merupakan salah satu lumbung padi,” jelasnya yang juga seorang tokoh masyarakat dari Cirebon Timur, Jumat (19/1).

Masih menurut Diah, dirinya sangat perihatin dengan rencana pemerintah yang akan mengimpor beras. Padahal kenyataannya, sekarang harga gabah kering milik petani hanya dihargai 5 ribuan saja. Namun, harga beras medium tembus harga 13 ribu hingga 15 ribuan.

“Sangat aneh mana kala harga gabah kering petani dijual murah, namun harga beras medium layak konsumsi tidak terjangkau untuk dibeli oleh masyarakat garis bawah,” tuturnya.

Diah melanjutkan, jika ada permainan tengkulak atau oknum yang menimbun beras, maka hal tersebut sangat melukai masyarakat garis bawah yang tercekik oleh mahalnya beras yang layak konsumsi.

“Hasil kajian kami bahwa Kabupaten Cirebon itu aman dalam stok gabah. Namun harga tidak bisa terkontrol oleh pemerintah. Padahal HET untuk beras medium hanya di angka 9 ribuan,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Berita Rekomendasi

Comment