Lagi, Galian C Longsor dan Kernet Luka Serius

oleh -

RakyatJabarNews.com – Aktivitas Galian C milik H. Saim di Desa Ciawiasih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon longsor Minggu (11/6/2017) sekitar pukul 12.15 WIB. Akibat longsor tersebut sebuah excavator tertimbun longsoran dan seorang kernet yang sedang berada di excavator ikut tertimbun longsoran.

Beruntung nyawanya masih terselamatkan, meskipun korban mengalami luka serius pada bagian kaki dan kepala hingga harus dilarikan ke RS Pelabuhan Cirebon.

Informasi yang diperoleh RakyatJabarNews.com di lokasi menyebutkan, saat itu kondisi aktivitas sedang istirahat kerja, alat berat (excavator) sedang berhenti dan salah seorang kernetnya sedang memberikan pelumas pada sendi-sendi excavator.

Namun tiba-tiba, tebing galian dengan ketinggian sekitar 8 meter ambruk menimpa excavator dan kernetnya hingga mengalami luka serius pada bagian kepala dan kaki. Korban dilarikan ke rumah sakit dan akibat kejadian tersebut aktivitas galian dihentikan sementara waktu.

Kapolsek Susukanlebak, AKP Akmadi di lokasi kejadian kepada RakyatJabarNews.com memaparkan, kronologis kejadian berawal saat aktivitas pekerjaan galian sedang istirahat.

Kernet excavator yang diketahui bernama Arnadi (38) warga Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon saat itu sedang memberikan pelumas pada sendi-sendi mesin dan melakukan peregangan hidrolik atau lengan excavator, tiba-tiba dari arah sebelah kiri, tebing setinggi 8 meter mengalami longsor dan menimbun excavator yang sedang ditumpangi Arnadi.

“Akibatnya, bagian kabin excavator ringsek, dan roda alat berat itu melengkung, serta seorang kernet excavator terhimpit kabin excavator,” jelasnya.

Dijelaskannya, kejadian sendiri terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, belum diketahui secara pasti penyebab kejadian tersebut, namun dugaan sementara adalah human error.

Akibat peristiwa tersebut, galian yang baru beroperasi sekitar 3 bulan itu sementara waktu ditutup oleh pihak kepolisian, untuk kepentingan penyeledikan dan agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa.

“Kita pasang police line dan menutup akses lokasi sampai ada perintah lanjutan dari atasan,” papar Akmadi. (Juf/RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.