KS NIK Bantu Pemerintah Pusat

- Redaksi

Jumat, 7 Desember 2018 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Coffe Morning: Walikota Bekasi saat berdiskusi dengan para awak media.

i

Coffe Morning: Walikota Bekasi saat berdiskusi dengan para awak media.

RJN- Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengklaim, Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) telah membantu pemerintah pusat dengan Jaminan Kesehatan Daerah. Alasannya, sudah menjadi tanggungjawab Pemkot Bekasi untuk mensejahterakan rakyat tanpa harus memberatkan pemerintah.

“BPJS itu hutangnya sudah triliunan kepada pemerintah. Saya sekarang ini belum memberatkan BPJS,” kata Rahmat Effendi usai agenda Coffie Morning bersama wartawan, di Taman Rusa Plaza Pemkot Bekasi, Jumat (7/12/2018). Hadir dalam kegiatan diskusi itu diantaranya, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga :  Jelang Akhir Tahun dan Bagikan Promo Besar-Besaran, Sun Motor Helat Year End Auto Festival 2019

Dalam penegasan Wali Kota Bekasi itu terkait dengan Kementerian Dalam Negeri yang mengingatkan pemerintah daerah untuk turut serta menyukeskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyuksesan itu sudah ada setiap ketentuan, baik berupa undang-undang dan aturan turunan maupun program strategis nasional, wajib untuk dijalankan oleh setiap pemerintah daerah. Hal itu dinyatakan dalam Undang-Undang No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jawa Barat Maksimalkan BIJB Jadi Layanan Importir, Pastikan Biaya Lebih Terjangkau

Rahmat Effendi menegaskan, jika program KS Berbasis NIK yang dicanangkan pada tahun 2017 ini tak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), meski kondisi Kota Bekasi sedang mengalami devisit anggaran keuangan daerah mencapai Rp900 miliar di tahun 2018.

“ABDD ini untuk kepentingan rakyat, tegas dia.

Menurut Rahmat Effendi, program KS Berbasis NIK merupakan improvisasi daerah selagi tidak melanggaran dari 5 kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah pusat seperti fiskal, pertahanan, agama, dan lainnya.

Baca Juga :  PPID temukan Potensi Wisata Bahari Di Desa Citemu Cirebon

Sebelumnya, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro menilai, pemerintah terlalu lemah dalam melakukan perencanaan dan penganggaran keuangan daerah. Dia menyebut, ada empat penyebab yang memicu tingginya defisit APBD murni 2018, dari alokasi Rp 5,6 triliun saat ini.

Salah satunya, pembiayaan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) senilai Rp 200 miliar untuk menutupi biaya kesehatan masyarakat, terlalu besar. (ziz)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028
TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Dokter Gigi Bekasi Kurang

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:21 WIB

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Selasa, 14 April 2026 - 11:33 WIB

Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !