Kepolisian Melarang Ormas Melakukan Sweeping

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com – Kepolisian melarang seluruh organisasi massa (ormas) melakukan penyisiran (sweeping) secara sepihak selama Ramadhan. Jika ada ormas yang bertindak di luar kewenangannya, akan disikapi dengan tegas.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kuningan, Ajun Komisaris Besar Yuldi Yusman mengatakan, kewenangan untuk melakukan razia dan penyisiran berada di tangan aparat penegak hukum. Sehingga seluruh ormas dilarang untuk bertindak di luar kewenangannya tersebut.

“Biarkan penegak hukum yang bekerja melakukan hal itu. Kalau memang pihak ormas melihat adanya pelanggaran selama Ramadhan, segera koordinasikan kepada kami. Sebab ‘sweeping’ sepihak dapat berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan menyesuaikan dengan situasi di lapangan. Jika terjadi kerawanan tawuran antar warga maupun komunitas sepeda motor, maka kegiatan “sahur on the road” akan dilarang. Tetapi selama kegiatannya dilakukan dengan positif dan tidak mengganggu keamanan, kegiatan tersebut diizinkan.

“Diharapkan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kuningan dapat  menjaga situasi kamtibmas tetap dalam keadaan kondusif,” ucapnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, KH Abdul Aziz Anbar Nawawi mengatakan, demi menjaga keutuhan puasa selama Ramadhan, yang perlu dihindari masyarakat itu diantaranya jangan ada adu domba, melakukan perbuatan mesum, dan membicarakan orang.

“Jika ingin mendapatkan pahala selama Ramadhan, saya sarankan untuk meningkatkan i’tikaf di masjid daripada jalan-jalan. Mari kita ramaikan aktivitas di masjid dengan taraweh dan tadarus serta pesantren kilat. Karena dengan kegiatan positif seperti itu maka keutuhan puasa akan tetap terjaga,” katanya.

Bupati Kuningan, H Acep Purnama mengatakan, pihaknya mengharapkan seluruh masyarakat Kuningan menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan serta memperbanyak kegiatan yang positif, seperti  berzakat dan meramaikan masjid dan musala dengan tadarusan.

“Pemerintah daerah sudah mengimbau masyarakat untuk melakukan kegiatan positif guna menjaga keutuhan puasa. Selain itu, bagi yang tidak berpuasa diharapkan dapat menjunjung tinggi toleransi terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa agar terciptanya suasana yang kondusif,” tuturnya. (Dul/RJN)

Comment