Kenaikan Dolar, Pengusaha Roti Mengaku Kerap Merugi

- Redaksi

Selasa, 17 Juli 2018 - 08:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sudah lebih dari satu bulan Rupiah terus melemah dan Dolar makin perkasa bertengger di kisaran Rp 15 ribu per satu Dolar. Akibatnya, harga pangan terus merangkak naik dari mulai beras, minyak sayur, telor ayam, dan berdampak langsung pada masyarakat kecil, bahkan industri kecil pun terkena dampak yang luar biasa.

Seperti yang dituturkan oleh salah satu pengusaha roti di wilayah Cirebon Timur, tepatnya di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Kasid (55) mengatakan, kenaikan berbagai bahan pangan untuk usaha kue roti sudah dirasakan dari mulai Idul Fitri, di mana bahan-bahan untuk kue roti harganya terus naik, sedangkan daya beli masyarakat turun drastis.

Baca Juga :  Bank Indonesia Berupaya Mendorong Elektronifikasi Sistem Pembayaran di Daerah

“Kami masyarakat kecil tidak habis pikir, semua bahan-bahan pokok naik dan daya beli masyarakat terus menurun. Dampaknya langsung kami rasakan ketika harga bahan-bahan naik, kami tidak berani menaikan harga karena daya beli terus menurun. Harga tetap saja masyarakat tidak beli, apalagi harga kita naikan,” jelasnya saat ditemui di pabrik pembuatan roti miliknya di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Senin (16/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Kasid, kondisi ini bukan saja sangat merugikan usaha dirinya, namun bagi ibu rumah tangga juga sangat menyulitkan. Harga telur ayam yang normalnya Rp 20 ribu perkilogram, sekarang mencapai Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogram. Belum lagi yang lainnya seperti terigu yang menjadi bahan utama kue roti mengalami kenaikan hingga Rp 10 ribu per sak karung terigu, serta bahan-bahan lainnya naik semua.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Prokes dan Vaksinasi di PT. Mangul Jaya Bantargebang

“Untuk telor ayam sekarang harganya sudah menembus Rp 30 ribu perkilogram, terigu Rp 10 ribu naiknya, minyak ikut naik, dan semuanya ikut naik, kami masyarakat kecil sekarang lagi susah, ibu rumah tangga apa lagi,” tuturnya.

Baca Juga :  Ekonomi Syariah Masih Kurang Disadari oleh Masyarakat

Ditambahkan Kasid, sekarang semuanya serba impor dan akibatnya harga menjadi mahal. Jagung dan kedelai bahkan diimpor. Pada, menurut Kasir, bahan seperti jagung ini bisa dihasilkan di negeri ini. Akibatnya, pakan ayam jadi naik sehingga harga telur ayam ikut naik dan semua bahan-bahan yang lain naik.

“Usaha kami ini tiap hari rugi. Jika dihitung setiap harinya mengalami kerugian Rp 500 ribu. Sudah lebih dari sebulan seperti ini, dan ini berlaku bagi semua usaha kue roti,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:46 WIB

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB