Kenaikan Dolar, Pengusaha Roti Mengaku Kerap Merugi

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sudah lebih dari satu bulan Rupiah terus melemah dan Dolar makin perkasa bertengger di kisaran Rp 15 ribu per satu Dolar. Akibatnya, harga pangan terus merangkak naik dari mulai beras, minyak sayur, telor ayam, dan berdampak langsung pada masyarakat kecil, bahkan industri kecil pun terkena dampak yang luar biasa.

Seperti yang dituturkan oleh salah satu pengusaha roti di wilayah Cirebon Timur, tepatnya di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Kasid (55) mengatakan, kenaikan berbagai bahan pangan untuk usaha kue roti sudah dirasakan dari mulai Idul Fitri, di mana bahan-bahan untuk kue roti harganya terus naik, sedangkan daya beli masyarakat turun drastis.

Bacaan Lainnya

“Kami masyarakat kecil tidak habis pikir, semua bahan-bahan pokok naik dan daya beli masyarakat terus menurun. Dampaknya langsung kami rasakan ketika harga bahan-bahan naik, kami tidak berani menaikan harga karena daya beli terus menurun. Harga tetap saja masyarakat tidak beli, apalagi harga kita naikan,” jelasnya saat ditemui di pabrik pembuatan roti miliknya di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Senin (16/7).

Masih menurut Kasid, kondisi ini bukan saja sangat merugikan usaha dirinya, namun bagi ibu rumah tangga juga sangat menyulitkan. Harga telur ayam yang normalnya Rp 20 ribu perkilogram, sekarang mencapai Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogram. Belum lagi yang lainnya seperti terigu yang menjadi bahan utama kue roti mengalami kenaikan hingga Rp 10 ribu per sak karung terigu, serta bahan-bahan lainnya naik semua.

“Untuk telor ayam sekarang harganya sudah menembus Rp 30 ribu perkilogram, terigu Rp 10 ribu naiknya, minyak ikut naik, dan semuanya ikut naik, kami masyarakat kecil sekarang lagi susah, ibu rumah tangga apa lagi,” tuturnya.

Ditambahkan Kasid, sekarang semuanya serba impor dan akibatnya harga menjadi mahal. Jagung dan kedelai bahkan diimpor. Pada, menurut Kasir, bahan seperti jagung ini bisa dihasilkan di negeri ini. Akibatnya, pakan ayam jadi naik sehingga harga telur ayam ikut naik dan semua bahan-bahan yang lain naik.

“Usaha kami ini tiap hari rugi. Jika dihitung setiap harinya mengalami kerugian Rp 500 ribu. Sudah lebih dari sebulan seperti ini, dan ini berlaku bagi semua usaha kue roti,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *