Ada Alat Berat Nongkrong di Areal Persawahan, Ini Kata Camat Astana Japura

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Hadirnya alat berat jenis Beko di areal persawahan wilayah Kecamatan Astana Japura Kabupaten Cirebon, adalah untuk membuka akses jalan kendaraan pengangkut material dari wilayah Desa Munjul Kecamatan Astana Japura yang merupakan area petanian sawah. Namun, hal tersebut membuat geger masyarakat dan menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

Bisnis pertambangan di Kabupaten Cirebon sedang menjadi primadona. Ditetapkannya Cirebon sebagai kawasan strategis nasional menjadikan daya tarik bisnis bagi para investor lokal maupun besar. Pemda Kabupaten Cirebon pun tanggap dengan melakukan revisi Perda RTRW No. 17 Tahun 2011 dengan sudah disahkannya Perda RTRW 2018 tentu menjadi magnet bagi investor dan menjadi angin segar.

Bacaan Lainnya

Namun, pembuatan akses jalan yang membelah area persawahan ini jelas melanggar peraturan tentang kegiatan ekplorasi, di mana jelas bahwa untuk melakukan kegiatan pertambangan harus terlebih dahulu mengantongi izin dari Gubernur (Pemprov Jawa Bara) melalui Dinas ESDM.

Menurut Camat Astana Japura, Mahmud Iing Tajudin, membenarkan adanya alat berat di wilayahnya dan meminta para awak media tidak membesar-besarkan, karena pihak pemerintah kecamatan tidak buta dan terus mengawasi.

“Mau ada helikopter, Panser, ataupun Beko itu bukan masalah. Namun jika ada aktivitas pengangkutan material dari Desa Munjul, maka akan ditindak tegas jika belum mengantongi izin. Dan perlu digarisbawahi, jika kegitan ekplorasi boleh dilakukan jika sudah memilki izin, bukan sedang dalam proses,” tegasnya saat ditemui awak media di Kantor Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, Senin (2/7).

Masih menurut Iing, jika ada yang berani mengangkut material sebelum mendapatkan izin resmi, maka pengusaha akan berurusan dengan hukum yang berlaku. Karena itu, ntuk memastikan ada tidaknya aktivitas pertambangan, dirinya mempersilakan untuk mengecek TKP di Desa Munjul, dan akan dikawal oleh Mantri Polisi dan anggotanya.

Para awak media pun langsung bergegas menuju lokasi di Desa Munjul dengan ditemani oleh 2 anggota Pol PP Kecamatan Astana Japura yang bernama Rudin dan Sukarta.

Menurut Salah seorang Pol PP, Rudin mengaku, bahwa setelah cek lokasi jelas sampai hari ini, tidak ada aktivitas tambang maupun pembuatan akses jalan. Namun untuk jembatan sendiri sudah dibangun oleh pihak investor. Dan yang jelas, pembangunan jembatan bahkan sudah ada yang setahun lalu dibangunnya.

“Turunnya alat berat bersamaan dengan acara santunan yang dilakukan sehari menjelang Pemilukada dan dihadiri oleh Muspika,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *