Harga Daging Ayam Meroket, Harga Beras Medium Ikut Melonjak

- Redaksi

Rabu, 17 Januari 2018 - 20:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sudah hampir setengah bulan ini laju harga kebutuhan pokok naik secara signifikan, sehingga daya beli masyarakat menurun. Saat kunjungan Sutrisno Kadus 2 bersama Bendahara Desa ke pasar tradisional Lemahabang Desa Lemahabang Kulon Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon hari Rabu (17/1), harga bahan pokok cenderung naik.

Menurut Devi salah satu pedagang ayam potong mengatakan, tinggi atau naiknya harga daging ayam disebabkan oleh perusahaan peternak ayam, di mana biaya untuk pakan ayam tinggi. Sehingga hal tersebut mengakibatkan kenaikan harga ayam pada saat ini.

Baca Juga :  Polres Cirebon Kota Amankan Makanan Kadaluarsa dalam Operasi Pasar

“Harga daging ayam yang semula hanya Rp 18 ribu, sekarang sudah mencapai harga Rp 36 ribu perkilogramnya. Sehingga masyarakat enggan membeli daging ayam. Dan sekarang kami pedagang hanya mampu menjual 40 Kg perharinya. Padahal jika harga normal, bisa mencapai 140 Kg tiap harinya,” tuturnya.

Sedangkan pada saat meninjau harga beras kepada salah satu toko beras, Hj. Nining mengatakan, kenaikan harga beras sangat terasa dari beras medium yang pada awalnya hanya Rp 9.000/Kg, sekarang mencapai Rp 13.000/Kg. Sedangkan beras ketan yang pada awalnya hanya Rp 8.000/Kg, sekarang sudah Rp 30.000/Kg.

“Terasa Sekali daya beli masyarakat menurun, harga beras medium sekarang Rp 13 ribu perkilogramnya,” terangnya.

Baca Juga :  Selama Bulan Mei 2018, Inflasi di Cirebon Lebih Rendah Dibanding Jawa Barat dan Nasional

Masih menurut Nining, sudah pukul 11 siang beras miliknya belum terjual sekilo pun. Masyarakat datang hanya menanyakan harga dan urung membeli di tokonya. Padahal di warung eceran harga sudah menembus 15.000/Kg untuk beras medium.

“Sebetulnya ditawari beras bulog namun kualitas berasnya sangat jelek walaupun harga perkilogramnya Rp 8.500. Khawatir tidak laku dijual,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB