Harga Daging Ayam Meroket, Harga Beras Medium Ikut Melonjak

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sudah hampir setengah bulan ini laju harga kebutuhan pokok naik secara signifikan, sehingga daya beli masyarakat menurun. Saat kunjungan Sutrisno Kadus 2 bersama Bendahara Desa ke pasar tradisional Lemahabang Desa Lemahabang Kulon Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon hari Rabu (17/1), harga bahan pokok cenderung naik.

Menurut Devi salah satu pedagang ayam potong mengatakan, tinggi atau naiknya harga daging ayam disebabkan oleh perusahaan peternak ayam, di mana biaya untuk pakan ayam tinggi. Sehingga hal tersebut mengakibatkan kenaikan harga ayam pada saat ini.

“Harga daging ayam yang semula hanya Rp 18 ribu, sekarang sudah mencapai harga Rp 36 ribu perkilogramnya. Sehingga masyarakat enggan membeli daging ayam. Dan sekarang kami pedagang hanya mampu menjual 40 Kg perharinya. Padahal jika harga normal, bisa mencapai 140 Kg tiap harinya,” tuturnya.

Sedangkan pada saat meninjau harga beras kepada salah satu toko beras, Hj. Nining mengatakan, kenaikan harga beras sangat terasa dari beras medium yang pada awalnya hanya Rp 9.000/Kg, sekarang mencapai Rp 13.000/Kg. Sedangkan beras ketan yang pada awalnya hanya Rp 8.000/Kg, sekarang sudah Rp 30.000/Kg.

“Terasa Sekali daya beli masyarakat menurun, harga beras medium sekarang Rp 13 ribu perkilogramnya,” terangnya.

Masih menurut Nining, sudah pukul 11 siang beras miliknya belum terjual sekilo pun. Masyarakat datang hanya menanyakan harga dan urung membeli di tokonya. Padahal di warung eceran harga sudah menembus 15.000/Kg untuk beras medium.

“Sebetulnya ditawari beras bulog namun kualitas berasnya sangat jelek walaupun harga perkilogramnya Rp 8.500. Khawatir tidak laku dijual,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.