Kemenko Maritim: Potensi Ekspor Garam Spa Cukup Besar

- Redaksi

Selasa, 20 Maret 2018 - 19:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim, Agung Kuswandono menuturkan bahwa kreatifitas para petani garam memang sangat diandalkan untuk memproduksi garam spa. Hal tersebut paparkannya di acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Peningkatan Nilai Tambah dan Inovasi Produk Turunan Komoditas Penggaraman, di Grage Hotel Cirebon, Selasa (20/3).

Hal tersebut karena diketahui, harga garam spa saat ini bisa mencapai Rp 260.000/kg, bandingkan dengan sebelumnya yang hanya seharga Rp 1000-5000/kg. Selain itu, lanjut Deputi Agung, potensi ekspor untuk garam spa ini dinilai cukup besar.

Baca Juga :  Mendag Memantau Pasar Murah di Ponpes Madinatunnajah Kota Cirebon

“Bayangkan saja peningkatannya, nah ini bisa kita duplikasi ke tempat-tempat lain kepada pengusaha-pengusaha garam rakyat, maka polemik mengenai permasalahan garam rakyat ini bisa kita selesaikan, inovasi produk turunan garam agar bisa bersaing dengan garam impor akan kita wujudkan,” terangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, pasar ekspor yang dituju diantaranya adalah, Asia, Eropa, Amerika dan Australia. Di Indonesia sendiri, perusahaan yang dapat memproduksi garam spa hanya ada di Cirebon, Jawa Barat dan Buleleng, Bali.

Baca Juga :  Sekda: Perekonomian di Kota Cirebon Mulai Menggeliat, dan Target Pajak Optimal

Namun demikian, pemerintah berkeyakinan bahwa pengembangan industri garam spa ini akan bisa diwujudkan, tentunya dengan sinergi dan kerja holistik antara berbagai pihak terkait seperti, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Daerah, Swasta dan Tentunya Kemenko Maritim yang diberikan kewenangan sebagai koordinator dan sinkronisator.

Deputi Agung juga mengungkapkan, harus diakui kualitas garam lokal belum dapat memenuhi kualitas garam untuk industri yang membutuhkan garam berkadar NaCl minimal 97 persen. Oleh karenanya impor garam industri masih dibutuhkan, terutama oleh sekitar 400an industri yang masih bergantung pada garam impor khusus industri tersebut.

Baca Juga :  Ditinggal Suami Nikah Lagi, Janda Sembilan Anak ini Hidupi Keluarga Membuat Bata

“Saat ini kualitas garam lokal hanya mengandung NaCl 88 hingga 94 persen, yang wajib dilakukan oleh pemerintah adalah terus membina dan melindungi para petani garam agar dapat menghasilkan garam dengan kualitas baik. Keberlangsungan ratusan industri dan para petani garam juga terus menjadi fokus perhatian pemerintah,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB