RakyatJabarNews.com, Cirebon – Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim, Agung Kuswandono menuturkan bahwa kreatifitas para petani garam memang sangat diandalkan untuk memproduksi garam spa. Hal tersebut paparkannya di acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Peningkatan Nilai Tambah dan Inovasi Produk Turunan Komoditas Penggaraman, di Grage Hotel Cirebon, Selasa (20/3).
Hal tersebut karena diketahui, harga garam spa saat ini bisa mencapai Rp 260.000/kg, bandingkan dengan sebelumnya yang hanya seharga Rp 1000-5000/kg. Selain itu, lanjut Deputi Agung, potensi ekspor untuk garam spa ini dinilai cukup besar.
“Bayangkan saja peningkatannya, nah ini bisa kita duplikasi ke tempat-tempat lain kepada pengusaha-pengusaha garam rakyat, maka polemik mengenai permasalahan garam rakyat ini bisa kita selesaikan, inovasi produk turunan garam agar bisa bersaing dengan garam impor akan kita wujudkan,” terangnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun, pasar ekspor yang dituju diantaranya adalah, Asia, Eropa, Amerika dan Australia. Di Indonesia sendiri, perusahaan yang dapat memproduksi garam spa hanya ada di Cirebon, Jawa Barat dan Buleleng, Bali.
Namun demikian, pemerintah berkeyakinan bahwa pengembangan industri garam spa ini akan bisa diwujudkan, tentunya dengan sinergi dan kerja holistik antara berbagai pihak terkait seperti, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Daerah, Swasta dan Tentunya Kemenko Maritim yang diberikan kewenangan sebagai koordinator dan sinkronisator.
Deputi Agung juga mengungkapkan, harus diakui kualitas garam lokal belum dapat memenuhi kualitas garam untuk industri yang membutuhkan garam berkadar NaCl minimal 97 persen. Oleh karenanya impor garam industri masih dibutuhkan, terutama oleh sekitar 400an industri yang masih bergantung pada garam impor khusus industri tersebut.
“Saat ini kualitas garam lokal hanya mengandung NaCl 88 hingga 94 persen, yang wajib dilakukan oleh pemerintah adalah terus membina dan melindungi para petani garam agar dapat menghasilkan garam dengan kualitas baik. Keberlangsungan ratusan industri dan para petani garam juga terus menjadi fokus perhatian pemerintah,” pungkasnya.(Juf/RJN)





















