“Jadi kalau tahap ini sudah berhasil artinya sudah melewati tiga tahap sebelumnya, dari 38 provinsi menjadi 25 provinsi dan sekarang di tahap observasi lapangan ada sebanyak 17 provinsi. Poin pentingnya ada di keterkaitan dan kemanfaatan, apakah ini benar-benar piloting yang dimulai dari tahun 2021 dan seterusnya sehingga ini dapat menjadi suatu program untuk keberlangsungan bagi warga tentang peduli lingkungan,” jelas Nurjanah.
Dia juga menyebutkan bahwa, para kader TP PKK di Kabupaten Bekasi yang dalam hal ini lokusnya adalah RW. 018 Perum Bekasi Regensi II telah maksimal dalam memanfaatkan dan mengelola berbagai program dan inovasi yang tadinya berangkat dari permasalahan banjir dan terus berkembang pada sektor-sektor mendasar lainnya.
“Pengelolaan sampah, monitoring sampai dengan pelaporan di sini sudah cukup bagus, terlihat dari produk-produk yang dihasilkan baik produk rumah tangga, pengolahan makanan dan lain sebagainya. Poin penting tadi sudah terpenuhi yaitu bagaimana produk yang dihasilkan juga bernilai ekonomis yang bisa menjadi income bagi masyarakat disini, karena penilaiannya akan melihat efektifitas dan efisiensinya sejauh mana berpengaruh terhadap salah satu kriteria untuk diniai,” tambahnya.
Camat Cibitung, Encun Sunarto menambahkan, melihat respon yang ditunjukkan oleh tim penilai dari TP PKK Pusat, dirinya yakin bahwa dengan segala kesiapan mulai dari penyajian data, kemudian peninjauan lapangan terhadap spot-spot yang telah ditentukan, Kabupaten Bekasi pantas menyandang pilot project Gagah Bencana tingkat nasional di bidang Peduli Lingkungan.
“Kami yakin bahwa kita siap menjadi pilot project untuk skala nasional, bagaimana keindahan lingkungan tempat tinggal masyarakat, manajerial sampah organik dan non organik yang bisa menjadi produk kerajinan tangan dan ekoenzim, hingga hasil olahan-olahan tanaman di lingkungan rumah yang aman untuk dikonsumsi,” ujar Encun. red
Halaman : 1 2










