Kekeringan, Warga Satu Desa di Kuningan Terpaksa Gunakan Air Sungai

- Redaksi

Senin, 8 Juli 2019 - 23:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Kuningan – Sejumlah warga di Desa Cirukem, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan mendadak membuat sumur di pinggiran sungai desa. Tujuannya agar lebih mudah menampung air dari sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

Hal itu dilakukan warga karena kesulitan mendapatkan air bersih. Sungai yang mengalir ke desa mereka menjadi pilihan bagi warga untuk mendapatkan air. Sebab hampir dua bulan ini, warga desa kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.

Tak sedikit warga yang sengaja pergi ke sungai untuk keperluan mandi, mencuci, hingga buang air besar. Sebab kondisi sumur yang dimiliki warga masyarakat sudah tak menampung air lagi.

Sumur buatan yang digali warga akan dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, khususnya untuk keperluan minum. Sebab jika mengambil air sungai secara langsung, kondisi airnya kotor dan beraroma tak sedap.

Lokasi sungai yang tak jauh dari permukiman, membuat banyak warga ramai-ramai setiap pagi dan sore berdatangan ke sungai hanya sekedar mandi dan mencuci. Hal itu terpaksa dilakukan warga, akibat kemarau yang berlangsung cukup lama.

Baca Juga :  Sekda Kuningan Salurkan Air Bersih di Dua Desa Terdampak Kekeringan

Salah seorang warga Desa Cirukem Kecamatan Garawangi Kuningan, Raswa mengakui, akibat kemarau berkepanjangan warga menjadi kesulitan mendapat air bersih. Walaupun sempat hujan sekali, namun tidak begitu merubah keadaan sumur di desanya.

“Kita buat sumur di pinggir sungai ini agar dapat air bersih. Sebab sumur-sumur warga sudah mulai mengering,” katanya, Senin (8/7/2019).

Dia bersama warga yang lain, saling bekerjasama membuat lubang sumur agar dapat menampung air resapan dari aliran sungai. Sehingga air sumur buatan ini dapat dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari.

Baca Juga :  Sah Pisah, 8 Desember Momentum Sejarah PDAM Tirta Bhagasasi

“Nantinya sumur ini juga akan dialirkan ke warga, dengan cara disedot pake mesin pompa air. Walaupun airnya memang sedikit bau, tapi daripada gak ada air sama sekali,” ujarnya.

Dia bersama warga lainnya berharap, agar pemerintah daerah dapat membantu pembuatan sumur bor di sekitar permukiman warga. Langkah itu perlu dilakukan, agar warga desa tidak lagi kesulitan air bersih khususnya untuk konsumsi sehari-hari.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terbaru

Salah satu kandidat calon Ketua Umum PP KAMMI menyampaikan gagasan dalam debat kandidat Muktamar XIV KAMMI di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Jakarta

KAMMI Diajak Terlibat Aktif dalam Pembangunan Desa

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:24 WIB

Kerjasama Hubungi Kami