Kejam, PNS Kemenag Bandung Dimutilasi, Potongan Tubuhnya Dibuang di Jateng

- Redaksi

Sabtu, 13 Juli 2019 - 20:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Bandung– Kantor Kementerian Agama (Kemenang Kota Bandung) geger.

KW (51), aparatur sipil negara (ASN) yang sudah 20 tahun mengabdi di sana, menjadi korban pembunuhan sadis kekasih gelapnya.

Selain dimutilasi, jasadnya dibakar dan dibuang di sejumlah tempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KW, yang tinggal di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dilaporkan hilang oleh suaminya, S (51), Minggu (7/7).

“Laporan kami terima pukul 13.25,” ujar Kapolsek Cileunyi, Kompol Ali Hanafi, melalui pesan singkatnya, saat dihubungi Tribun, Jumat (12/7).

Dalam laporannya kepada polisi, S mengatakan bahwa saat meninggalkan rumah pada Minggu (7/7) pagi, istrinya menggunakan mobil Toyota Rush.

Saat itu, istrinya meminta izin mau ke bengkel dengan membawa BPKB. Namun hingga siang hari, KW tak kunjung pulang dan telepon genggamnya tak bisa dihubungi.

S pun akhirnya melaporkan itu pada polisi.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Desak KPU dan Bawaslu Usut Tuntas Kasus Surat Suara Tercoblos

Potongan tubuh KW pertama kali ditemukan oleh seorang anak, warga Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (8/7) petang.

Saat ditemukan, potongan tubuh berupa kepala, tangan, dan kaki, itu sudah dalam keadaan hangus terbakar.

Polisi yang segera melakukan penyelidikan akhirnya bisa mencium jejak pelaku dan menangkapnya.

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, mengatakan, pelaku adalah DP (37), warga Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah.

“Motifnya hubungan asmara,” ujar Kapolres Banyumas, kemarin.

“Korban menuntut untuk dinikahi dan ada kekhawatiran dari tersangka karena punya istri dan punya anak sehingga diambil jalan pintas.”

Bambang mengatakan, pembunuhan dilakukan tersangka pada Minggu (7/7/2019).

Menurut pengakuan tersangka, kata Bambang, pembunuhan dilakukan di Puncak, Bogor.

“Pelaku membacok bagian belakang kepala korban menggunakan golok,” kata Bambang.

Baca Juga :  Urai Kepadatan, Kombinasi One Way dan Contraflow Diberlakukan

Mayat korban kemudian dimasukkan pelaku ke mobil dan dibawa ke wilayah Kabupaten Kebumen dan Banyumas.

“Proses pemotongan mayat atau mutilasinya dilakukan di perjalanan, sambil jalan dia menepi langsung dipotong-potong. Kemudian di wilayah Kebumen ini bagian badannya dibuang dan dibakar,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, pembakaran tubuh korban yang sudah terpotong-potong dilakukan korban di dua lokasi.

Lokasi pertama di Jalan Raya Klampok-Sempor, Kebumen, pada Minggu malam atau Senin dini hari.

Setelah memastikan korban mutilasinya terbakar, DP bergerak ke wilayah Banyumas.

“Di sini tidak terlalu lama. Setelah membakar, pelaku membawa potongan tubuh lainnya ke TKP (tempat kejadian perkara) yang pertama di wilayah Banyumas,” ujar Bambang.

Lokasi penemuan tubuh yang pertama di wilayah Banyumas, kata Bambang, tidak terlalu jauh dari rumah terduga pelaku. Jaraknya hanya sekitar dua kilometer.

Baca Juga :  Ultah Bareng! Bupati Bekasi Rayakan HUT ke-75 Kabupaten Sekaligus Ulang Tahunnya ke-32

Bambang mengatakan, setelah membunuh dan membuang jasad korban, tersangka juga membawa kabur mobil korban dan menjualnya di sebuah showroom mobil di Purwokerto.

“Tersangka kami tangkap saat akan mengambil uang pembayaran mobil. Jadi sudah dijual, tapi belum dibayar. Tersangka akan mengambil uang Rp 100 juta,” kata Bambang.

Untuk memuluskan aksinya, sebelum mobil itu dijual, seluruh penutup jok mobil itu dilepas. Pasalnya, di jok mobil banyak berlumuran darah saat memutilasi tubuh korban di dalam mobil.

Bambang mengatakan, tersangka mengenal korban melalui media sosial Facebook. Untuk mengelabui korbannya, tersangka mengaku sebagai seorang pelaut. “Tersangka mengenal korban belum lama, baru sekitar dua bulanan, sejak sebelum Lebaran kemarin, setelah tersangka keluar dari penjara,” ujar Bambang.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal
Jelang Hadapi Persik, PERSIB Dapat Kabar Baik soal Beckham dan Gakuto
PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan
Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize
E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB
Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September
GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:41 WIB

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Jelang Hadapi Persik, PERSIB Dapat Kabar Baik soal Beckham dan Gakuto

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize

Berita Terbaru