KDM Serius Tangani Kusta di Bekasi: Pasien Sembuh, Pendamping Dapat Bonus Rp10 Juta!

- Redaksi

Rabu, 23 Juli 2025 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) berdialog hangat dengan para tenaga kesehatan saat kunjungan kerja bersama Menteri Kesehatan RI di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/07/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen penanganan penyakit kusta, termasuk dukungan insentif dan pemenuhan gizi pasien.

i

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) berdialog hangat dengan para tenaga kesehatan saat kunjungan kerja bersama Menteri Kesehatan RI di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/07/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen penanganan penyakit kusta, termasuk dukungan insentif dan pemenuhan gizi pasien.

Bekasi – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam menangani penyakit kusta di Kabupaten Bekasi. Saat mendampingi Menteri Kesehatan RI dalam kunjungan kerja di Kantor Kecamatan Serang Baru, Rabu (23/07/2025), KDM mengumumkan langkah-langkah konkret, termasuk pemberian bonus Rp10 juta bagi pendamping yang berhasil menyembuhkan pasien kusta.

“Karena penyakitnya spesifik, maka pendampingan harus dilakukan secara serius. Kalau pasiennya sembuh, pendampingnya saya kasih bonus Rp10 juta,” tegas KDM yang disambut antusias para tenaga kesehatan yang hadir.

Menurut KDM, penanganan kusta tidak bisa dilakukan setengah hati. Setiap pendamping — bidan atau perawat — diberi tanggung jawab terhadap lima pasien kusta. Mereka harus rutin mengunjungi pasien, memberi edukasi, mendistribusikan obat, dan menjaga semangat pasien untuk tetap disiplin menjalani pengobatan.

Insentif Nyata untuk Pendamping, Gizi Terpenuhi untuk Pasien

KDM juga menyoroti perlunya keadilan dalam pemberian insentif. Ia memuji langkah Bupati Bekasi yang telah memberikan insentif Rp500 ribu per bulan bagi tenaga pendamping, dan berjanji menambah Rp500 ribu lagi, menjadikan total insentif Rp1 juta per bulan.

Namun, ia menegaskan bahwa dana itu bukan untuk dibawa pulang.

“Itu untuk beli telur, ikan, daging, dan minyak goreng. Kebutuhan gizi pasien harus terpenuhi. Semua bukti pembelian disimpan dan diverifikasi langsung oleh bidan pendamping,” jelasnya.

KDM menegaskan bahwa transparansi dan integritas adalah kunci keberhasilan. Tak boleh ada penyimpangan dalam pengelolaan anggaran, sekecil apa pun.

“Kusta muncul karena anggarannya dusta. Maka tidak boleh ada dusta di antara kita. Pemimpinnya harus jujur, rakyatnya juga harus jujur,” ujarnya lantang.

Bantuan Rehabilitasi Rumah untuk 17 Pasien Kusta

Sebagai langkah nyata lainnya, Pemprov Jawa Barat akan merehabilitasi rumah 17 pasien kusta di Kabupaten Bekasi dengan masing-masing bantuan sebesar Rp40 juta. Program ini akan dimulai Rabu depan.

“Rumah pasien harus sehat. Harus ada toilet, ada jendela, supaya penyembuhannya maksimal,” jelas KDM.

Ia menekankan bahwa sanitasi lingkungan sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Rumah yang layak adalah bagian dari terapi — bukan hanya secara fisik, tapi juga psikologis.

Baca Juga :  Dapat Air dari Jatiluhur, Petani Bekasi Kejar Ketinggalan Masa Tanam

Target 2026: Bebas Kusta Tanpa Dusta

Dalam penutupan kunjungannya, Kang Dedi Mulyadi menegaskan bahwa target besar telah ditetapkan: Bebas kusta di tahun 2026, tanpa kasus baru dan dengan seluruh pasien dinyatakan sembuh.

“Kalau semua serius, jujur, dan niat, saya yakin 2026 Kabupaten Bekasi bisa bebas kusta,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di bawah kepemimpinan KDM, tak sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi hadir dengan solusi konkret dan semangat perubahan. (*)

Baca Juga :  XPENG Indonesia Pamer The Next P7 dan Robot AI di IIMS 2026, Era Mobilitas Masa Depan Dimulai

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Dokter Gigi Bekasi Kurang
Wawali Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional, Targetkan Tekan Pengangguran
Musrenbang RKPD 2027 Bekasi Fokus Pembangunan Merata

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Minggu, 12 April 2026 - 10:03 WIB

Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran

Sabtu, 11 April 2026 - 09:57 WIB

Dokter Gigi Bekasi Kurang

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !