Kasus Penganiayaan Thoriq di Pesantren Ihya Sunnah Dumai Terlantar di Polres Dumai

- Redaksi

Kamis, 11 Juli 2019 - 19:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Nasional – Upaya Yanti mendapatkan keadilan atas kasus penganiayaan yang dialami anaknya di Pondok Pesantren Ihya Sunnah hingga kini tak kunjung tuntas. Padahal ia sudah melaporkan kasus ini ke Polres Dumai pada bulan November 2018.  Pihak polisi mengaku tidak dapat melacak keberadaan empat orang pelaku pengeroyokan dan penaniayaan tersebut.

Yanti mengisahkan kasus penganiayaan tersebut diketahui saat ia mengunjungi anaknya yang bernama Muhammad Thoriq Jamil tanggal 19 November 2018. Betapa terkejutnya ia saat menemukan kondisi anaknya sangat mengenaskan. Terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh dan luka berdarah di bagian mata.

“Menurut cerita anak saya, ia dikeroyok dan dianiaya oleh empat orang santri di pesantren tersebut,” ujarnya.

Menurut Yanti, pihak pengelola pesantren mengetahui peristiwa penganiayaan tersebut. Darah yang mengalir di lantai akibat penganiayaan tersebut langsung diperintahkan untuk dibersihkan. “Anak saya sempat dibawa ke tukang urut, namun dilarang untuk bicara kepada keluarga. Handphonenya juga disita pihak pengelola,” tambahnya.

Tak terima dengan perbuatan sejumlah santri tersebut, Yanti langsung membawa anaknya pulang dan melapor ke Polres Dumai pada tanggal 24 November 2018. Yanti juga menunjukkan surat laporan yang diterima dan ditandatangani Kanit III SPKT, AIPTU Suherman.

Ia mengaku dirinya dan anaknya sempat dimintai keterangan oleh pihak penyidik. Namun setelah itu ia tidak mendapatkan informasi mengenai perkembangan kasus tersebut.

Menurut Yanti, dirinya sempat menjumpai penyidik bernama Nelly untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut dan mengapa sampai saat itu pelaku belum juga ditangkap. “Waktu itu Bu Nelly selaku penyidik mengaku tidak mengetahui keberadaan para pelaku. Sewaktu saya desak, ia malah marah dan mengatakan pekerjaan polisi banyak, bukan mengurus kasus anak saya saja. Ia menyuruh saya cari sendiri pelakunya,” ujarnya sedih.

Baca Juga :  Motif Pembunuhan Penagih Hutang di Bekasi Persoalan Asmara

Menurut Yanti, dirinya bertambah sedih karena anaknya Thoriq mengalami trauma sejak peristiwa penganiayaan tersebut. Sebab Thoriq hanya mengurung diri saja di dalam rumah. “Ia seperti ketakutan, mungkin karena sempat diancam teman-teman dan pihak yayasan. Apalagi pelaku penganiayaannya masih bebas dan belum ditangkap,” ungkapnya.

Ia juga mengaku heran dengan sikap polisi yang seolah-olah enggan menuntaskan kasus ini. Harusnya, kata Yanti, pihak kepolisian dapat meminta pihak Yayasan memberikan keterangan terkait data-data pelaku. Apalagi para pelaku sudah tiga tahun belajar di pesantren tersebut. “Zaman sekarang ini rasanya tidak sulit melacak keberadaan pelaku kejahatan, apalagi data-data keluarganya pasti ada di yayasan. Sedangkan pelaku hoax di media sosial aja gampang ditangkap polisi, apalagi pelaku penganiayaan yang jelas seperti ini,” keluhnya.

Baca Juga :  Santri Ponpes Al Islah Tajug Raih Medali Emas

Yanti mengungkapkan, saat ini sang anak terpaksa dititipkan kepada pamannya di Bekasi agar rasa traumanya dapat berkurang. “Hingga saat ini saya masih berusaha mencarikan sekolahnya, kasihan dia. Apalagi dia anak yatim. Ayahnya sudah meninggal lima tahun lalu. Tolong bantu pak agar saya dapat keadilan. Saya ingin pelaku yang membuat anak saya terluka lahir bathin dapat ditangkap dan dihukum,” pintanya.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Perumahan LBS 2 Mencuat, DPRD Bekasi Dorong Evaluasi Perizinan dan PSU
3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka, Kantor Hukum 2000: Jangan Ada Kekebalan Politik
5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps
5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota
XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G
Medan Dikebut 5G, XLSMART Siapkan 1.000 Lebih BTS
Bukan Cuma Pulihkan Jaringan, XLSMART Kirim Bantuan untuk Warga NTT
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:40 WIB

Polemik Perumahan LBS 2 Mencuat, DPRD Bekasi Dorong Evaluasi Perizinan dan PSU

Rabu, 9 September 2026 - 12:05 WIB

5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps

Jumat, 4 September 2026 - 14:34 WIB

5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota

Jumat, 4 September 2026 - 14:09 WIB

XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G

Selasa, 1 September 2026 - 09:33 WIB

Medan Dikebut 5G, XLSMART Siapkan 1.000 Lebih BTS

Berita Terbaru

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB