RakyatJabarNews.com, Cirebon – Situasi politik menjelang Pemilu 2019 masih cair. Masing-masing partai politik masih menganalisis dan merumuskan dalam menentukan bakal calon presiden yang akan diusung pada perhelatan pemilu tahun 2019.
Hal tersebut diungkapkan oleh politisi partai Demokrat Herman Khaeron di Graha Pena Radar Cirebon, Jl. Perjuangan Kota Cirebon, Rabu (13/6) malam.
“Politik masih cair dan dinamis. Untuk itu, Demokrat sampai hari ini belum memutuskan apakah ke pak Jokowi, atau ke pak Prabowo,” terangnya saat ditemui awak media.
Pria yang akrab disapa Kang Hero ini melanjutkan, bisa saja Partai Demokrat memberikan penawaran dan solusi kepada masyarakat Indonesia melalui alternatif baru, yakni berkoalisi dengan parpol lain untuk bergabung bersama mencalonkan kandidat secara bersama-sama dalam perhelatan Pilpres.
“Koalisi alternatif yang ini menjadi sebuah keinginan dan harapan rakyat banyak,” ujar Kang Hero.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini menambahkan, koalisi baru itu lantaran mengingat pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 yang mengatur tentang ambang batas pemilihan presiden (Presidential Threshold). Maka, alternatif atau koalisi baru bisa menjadi salah satu solusi dalam konstalasi politik di tahun 2019.
“Tentu kita sangat dibatasi oleh presidential threshold yang 20 persen. Ini yang kemudian menyulitkan kita untuk bisa menyajikan pentas atau kontestasi pemilihan presiden yang lebih dinamis, yang lebih banyak pilihan, yang tentu ini juga yang membatasi terhadap banyaknya yang muncul calon alternatif,” katanya.
Meskipun begitu, lanjutnya, Partai Demokrat masih tetap optimis. Segala upaya dan ikhtiar serta langkah-langkah politik masih sangat panjang dan Partai Demokrat masih sangat berpeluang untuk kembali memenangkan pemilu seperti 2 periode sebelumnya.
“Ini masih bisa terus diupayakan. Dan ikhtiar serta upaya ini tentu juga diharapkan, bisa menyajikan sesuatu yang terbaik bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.(Juf/RJN)










