oleh

Kampus Pelita Bangsa Cikarang Mampu Menampung Mahasiswa Hingga 20.000 Orang

RakyatJabarNews.com – Memasuki tahun ajaran baru, sekolah maupun kampus diserbu oleh para calon siswa dan mahasiswa demi bisa mengais pendidikan di tempat yang diinginkan. Salah satunya adalah kampus Pelita Bangsa yang terletak di Jalan Inspeksi Kali Malang-Tegal Danas, Cikarang, Cibatu, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

Pendaftarannya sendiri dibagi tiga gelombang, dan gelombang pertama sudah berakhir hari ini, Minggu (16/7). Selain itu, mendaftar pun bisa dilakukan secara online maupun offline.

“Pendaftaran mahasiswa baru gelombang pertamanya dari pendaftar online sudah mencapai 1150 calon mahasiswa,” ungkap Ketua Panitia Mahasiswa Baru Pelita Bangsa, Ahmad Aguswin kepada RakyatJabarNews.com, Minggu (16/7).

Adapun biaya pendaftarannya cukup 2,5 juta rupiah. Uang tersebut untuk almamater, fasilitas, dan lain-lain. Menurutnya, sudah hampir 900 mahasiswa yang sudah melunasi pembayaran tersebut.

“Alhamdulillah pada hari ini di lantai 6 terlihat penuh, sangat antusias karena Pelita Bangsa sudah banyak dikenal di kalangan sekolah dan industri. Dan dari hasil testimoni, dari yayasan di atas, hampir 70% calon mahasiswa sudah bekerja. Mereka sangat antusias masuk ke Pelita Bangsa,” jelasnya.

Murahnya biaya pendaftaran tersebut Karena insfrastruktur yang ada di kampus Pelita Bangsa sudah lengkap, aula sudah besar, fasilitas sudah dilengkapi. Selain itu, banyak bantuan-bantuan dari Dinas plus properties, yang banyak menyumbangkan hibah, baik itu berupa peralatan maupun ruangan. “Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kampus kita ahli fisiknya saja. Tapi isinya sudah ditata dengan baik. Terbukti dengan adanya laboratorium-laboratorium untuk manajemen, informatika, lingkungan, arsitek, itu sudah lengkap,” tegasnya.

Dibandingkan tahun lalu, gelombang pertama ada kenaikan kurang lebih 15%. “Memang target kita, harapannya sampai tahap 3 itu 5000 mahasiswa. Dan sepertinya untuk nanti gelombang kedua akan lebih banyak, dilihat dari jumlah pendaftar yang masuk, makin ke sini makin banyak. Jadi, kisaran 50 – 100 siswa sudah banyak ambil formulir pendaftaran, baik dari daftar online atau langsung meminta,” tandas Aguswin.

Meskipun banyak yang mendaftar, Pelita Bangsa tidak membatasi kuota jumlah mahasiswa. Hal ini dikarenakan gedung kampus 6 lantai ini, dengan jumlah luas 4000 meter persegi, itu sangat memungkinkan jumlah mahasiswa yang masuk bisa sampai 20 ribu. “Jadi, kalau ukurannya 5000, ini masih banyak sekali ruang-ruang yang kosong,” jelasnya.

“Yang paling banyak diminati, pengalaman pendapat pendaftar kemarin, persentase 55% masih manajemen, 35% informatika dan sisanya ada teknik akuntansi, teknik arsitektur, lingkungan dan ekonomi syariah. Dari teknik sendiri, jumlah yang masuk sudah ada 450 calon pendaftar. Berarti ada peningkatan. Makanya kita berharap di gelombang kedua itu peningkatan signifikan. Itu harapannya,” tuturnya.

“Visi dan misi pelita bangsa ke depannya, bahwa Pelita Bangsa ingin menghasilkan sarjana-sarjana entrepreneur. Jadi, dari yayasan selalu mengarahkan bagaimana caranya mahasiswa sebelum lulus itu sudah bisa mencari uang, bisa berusaha, baik marketing atau usaha-usaha yang lain. Dan ini terbukti dari berbagai program seminar, ini hampir 70% itu larinya ke wirausaha dan entrepreneur. Jadi kita ingin mencetak sarjan-sarjana yang orientasinya punya usaha. Jadi tidak harus jadi pekerja saja. Itu harapan kita besar.”

“Perusahaan-perusahaan sebenarnya waktu kemarin baru Meikarta. Mereka ingin bekerja sama untuk perekrutan karyawan tetap, untuk staf. Hanya saja saya dengan tim khusus nanti, MOU-nya harus dibuat. Artinya, banyak perusahaan yang sudah percaya, bahwa lulusan Pelita Bangsa harapannya mengisi kekosongan-kekosongan di perusahaan. Banyak sekali perusahaan yang rutin setiap bulan minta mahasiswa Pelita Bangsa, terutama yang statusnya fresh graduated, untuk kelas-kelas pekerja. Itu salah satunya PT Lippo. Itu setiap bulan mereka minta. Misal, mereka minta 10, kita pasnya 50,” tutupnya. (RJN)

Komentar

News Feed