Kagum pada Jokowi, Seniman Batik asal Cirebon Membuat Karya Batik Bertajuk ‘Indonesia Hebat’

- Redaksi

Kamis, 4 Januari 2018 - 14:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Karena kekagumannya pada Presiden Jokowi, seorang seniman batik asal Cirebon, Katura AR membuat sebuah karya batik yang unik. Bahkan tak tanggung-tanggung, ukuran batik tersebut cukup besar, yakni 1,5 meter x 2,5 meter. Karya tersebut bertajuk Indonesia Hebat.

Dalam karya tersebut, terdapat sebuah gambar Gunungan yang biasa digunakan saat memulai pertunjukan wayang. Menurut Katura, Gunungan tersebut melambangkan Jokowi sendiri, di mana dia bertugas menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan makna Gunungan dalam pementasan wayang.

Baca Juga :  Sidak ke Gedung Setda, Walikota Cirebon Bersyukur karena Pembangunannya Mendekati Rampung

Di bagian atas Gunungan terdapat tulisan yang menunjukkan judul dari karya tersebut, yakni Indonesia Hebat. “Hebat di sini memiliki akronim, yakni Harmonis, Ekonomis, Bersih, Agamis, dan Tegas,” tuturnya saat ditemui awak media di kediamannya di Trusmi, Plered, Kabupaten Cirebon hari Kamis (4/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bawah tulisan Indonesia Hebat, terdapat sekumpulan tikus-tikus yang melambangkan para koruptor. Katura menjelaskan, diharapkan tikus-tikus alias koruptor tersebut akan segera hilang dari Indonesia. Sehingga diletakkan di luar Gunungan.

Baca Juga :  Kuwu Panengan Lor Berikan Dukungan Penuh pada Ibu-Ibu Hamil

Sedangkan di bawah Gunungan terdapat tulisan Jokowi JK yang merupakan nama presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Namun, menurut Katura, Jokowi JK tersebut memiliki akronim tersendiri.

“Jokowi berarti Ojo Koyo Wingi-Wingi (jangan seperti kemarin-kemarin), yang dimaksudkan supaya keadaan Indonesia ini tidak seperti yang sudah-sudah, di mana korupsi merajalela. Jadi, korupsi harus dimusnahkan,” tuturnya.

Sedangkan arti JK, lanjut Katura, adalah Jujur dan Kerja Keras, yang berarti dalam melakukan roda pemerintahan, harus dilakukan secara jujur dan kerja keras. Hal tersebut sesuai dengan nama kabinet pemerintahan Jokowi, yakni Kabinet Kerja.

Baca Juga :  Peti Kubur Batu Berusia 6000 SM yang Ditemukan di Kabupaten Cirebon Butuh Perhatian Pemerintah

Katura mengaku, dalam pembuatan karya tersebut menghabiskan waktu selama sebulan, yakni dari bulan Oktober 2017 hingga November 2017.

“Niatnya karya batik ini mau diberikan kepada Pak Jokowi. Tapi, takut seperti yang sebelumnya, yakni terkena gratifikasi. Jadi, lihat saja nanti bagaimana ke depannya,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mohamad Ikhfar Tsalahuddin Jabat Assistant Director of Sales Harper Cikarang
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Mohamad Ikhfar Tsalahuddin Jabat Assistant Director of Sales Harper Cikarang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru