Jalanan Rusak, Dampak Negatif Perkembangan Industri Pertambangan Galian C

- Redaksi

Rabu, 25 Oktober 2017 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Selain meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Cirebon, perkembangan industri khususnya di sepanjang Pantai Utara Jawa, juga memiliki dampak negatif yang sampai sejauh ini minim mendapatkan penanggulangan. Seperti halnya akses jalan yang rusak berat di ruas Sindanglaut Kamarang di titik kilometer 2 dan seringnya macet pada arus lalu lintas di beberapa titik vital seperti Pasar Cipejeuh Wetan.

Menurut Deden selaku Ketua FMPPL (Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli Lingkungan) Cirebon mengatakan lemahnya Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon seolah menjadi angin segar bagi para penambang Galian C yang perijinannya di keluarkan Pemda Provinsi Jawa Barat sehingga tanpa memikirkan dampak lingkungan terhadap masyarakat setempat.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, GenBI Cirebon Bangun Sumur Sanitasi Air Bersih

“Pemda Kabupaten sangat lemah dan menjadi angin segar pada para pengusaha galian C,” ujarnya saat ditemui awak media, Rabu (25/10).

Hal tersebut menjadi pertanyaan publik yang belum terjawabkan, apakah hal tersebut sudah menjadi kepentingan perseorangan atau memang ada yang membekingi kegiatan tambang galian C tersebut. Satu-satunya faktor yang membuat hancurnya jalan raya di kilometer 2 Sindanglaut Kamarang adalah diakibatkan oleh mobil-mobil tambang pengangkut pasir dan tanah yang bertonase berat yang berada di Desa Cipejeuh Wetan Kecamatan Lemahabang, dan Desa Ciawi Asih Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten cirebon, yang pastinya sudah mendapatkan izin dari pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat untuk melalui jalan tersebut.

Baca Juga :  Camat Cibitung Dampingi Warganya Vaksinasi di Pasar Pamor

“Akibatnya jalan rusak berat dan sudah beberapa bulan tidak diperbaiki dan itu jelas akibat dari mobil truk pengangkut pasir dan tanah yang bertonase berat,” jelasnya.

Deden menambahkan, bahwa sudah dapat dipastikan negara dan masyarakat sangat dirugikan atas rusaknya jalan tersebut dan tidak sedikit terjadinya kecelakaan khususnya kendraan roda dua.

“Kami masyarakat penggunaan jalan jelas dirugikan karena banyak kendaraan roda dua yang kecelakaan, jadi kami minta tolong untuk ditindak lanjuti pada pengusaha pertambangan galian C yang tidak peduli dengan fasilitas umum. Stp tebang pilih pengusaha nakal. Dan jika tidak, kami dan warga setempat yang akan ngambil sikap,” tegasnya.

Baca Juga :  Dugaan Pungli, Wali Murid SDN 1 Cipeujeh Wetan Mengeluh

Sedangkan menurut Tokoh Masyarakat yang enggan namanya disebutkan mengatakan, kegiatan usaha Galian C di Kecamatan Lemahabang sudah ditutup Polda Jabar dengan membawa alat berat ke Mapolda Jabar pada hari Kamis.

“Saya gak ngerti, padahal perizinan lengkap, tapi Polda Jabar memberhentikan aktivitas pertambangan di Kecamatan Lemahabang dengan menyangkut alat berat ke Mapolda Jabar dan sudah beberapa hari ini tidak ada aktivitas di lahan pertambangan,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri
BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa
Pramono Tegaskan Komitmen Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak
Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi
Pemkab Bekasi Dorong Penguatan Koperasi pada Peringatan Harkopnas ke-79

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:01 WIB

BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami