Jamas, Terapi Pengobatan dengan Besi Membara

- Redaksi

Senin, 25 Desember 2017 - 17:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kesehatan menjadi kebutuhan setiap manusia, dan inilah yang menggugah jiwa sosial dari warga Karangmalang Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon Kustara (46), memberikan bantuan secara sukarela untuk masyarakat baik mampu maupun kurang mampu melalui terapi Jamas atau Besi Membara.

Saat ditemui di rumah salah seorang warga Desa Kaligawe Wetan, Kabupaten Cirebon, Kustara mengatakan jika awal dirinya terjun ke dunia terapi Jamas karena merasakan bagaimana tidak berdayanya ketika orang tuanya mengalami sakit parah. Hingga kemudian, dia harus menjual tanah dan habis-habisan dalam mengobati penyakit yang diderita sekitar pada tahun 1988 lampau.

“Awal mula ketika melihat orang tua sakit sampai habis-habisan menjual tanah untuk berobat. Namun tetap tidak kunjung sembuh dan akhirnya tidak tertolong,” jelasnya saat ditemui awak media, Senin (25/12).

Masih menurut Kustara, pengobatan terapi Jamas ini merupakan cara pengobatan tempo dulu yang dikembangkan oleh Mbah Kuwu Cirebon, dan sudah diakui oleh master metafisika Nadi Mas Foundation, Ustad Nurhadi Mapati Suci Jawa Barat. Sehingga menjadi tekad kuat pada dirinya dalam berbagi dengan sesama melalui terapi Jamas untuk mengobati berbagai macam penyakit. Melalui terapi inilah dirinya mengobati masyarakat yang membutuhkan bantuannya.

“Pengobatan terapi Jamas ini merupakan pengobatan peninggalan leluhur kita yang sudah diakui oleh Mapati Suci Master Metafisika Nadi Mas Foundation Jawa Barat, Ustad Nurhadi,” jelasnya.

Terapi Jamas adalah menetralisir toksin sehingga berbagai macam penyakit melalui besi mambara yang ditempelkan pada telapak tangan dan telapak kaki yang merupakan pusat saraf. Namun tidak menutup kemungkinan bagi hal-hal khusus untuk luka robek bisa di titik luka.

Baca Juga :  Warga Mengeluh, Maraknya PKL di Kota Tasik

Adapun alat yang digunakan adalah besi tipis yang dibakar untuk ditempelkan ke telapak kaki maupun tangan yang dibasahai air kelapa bunga kering satu jenis atau bunga basah harus lima jenis bebas apa saja yang tidak bergetah. Hal itu bertujuan untuk memasukan hawa energi positif dari bunga ke dalam tubuh melalui pusat saraf di telapak kaki dan tangan.

Ditambahkan Kustara, sudah 4 tahun ini dirinya tiap hari menolong orang yang membutuhkan, mulai dari penyakit jantung, kanker serviks, liver, diabetes, sampai penyakit lain lain tanpa mentarif biaya pengobatan terapi Jamas.

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Garut Peduli Al-Aqsa Adakan Doa Bersama untuk Palestina

“Alhamdulillah berkat izin Allah SWT sudah 4 tahun ini setiap hari ada saja orang yang meminta pertolongan agar penyakitnya sembuh. Melalui terapi Jamas Besi Membara inilah berbagai macam penyakit bisa disembuhkan tentu atas ijin-Nya,” tukasnya.

Masih menurut Kustara, ada kepuasan hati pada saat dirinya bisa berbagi dan bisa menolong orang lain, seperti salah seorang nenek yang merupakan tulang punggung bagi cucu dan anaknya yang depresi berat di wilayah Pangenan Kabupaten Cirebon.

“Semua ini merupakan jalan saja dan saya tidak mengharapkan apapun selain bisa menolong dengan terapi ini,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adira Finance Satukan Operasional Mandala, Perluas Layanan Pembiayaan
PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
Kopi Express Zuri Express Lippo Cikarang Gelar Baking Class Bersama HAI Cake dan Emina
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kopi Express Zuri Express Lippo Cikarang Gelar Baking Class Bersama HAI Cake dan Emina

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:03 WIB