IR Tidak Ingin Ngandang Sendiri

  • Whatsapp

RJN, Bogor – Kuasa Hukum tersangka kasus suap yang menjerat Sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor, Dinalara Butar Butar mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pemberi suap.

Menurut Dinalara, penangkapan terhadap IR dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) menjadi salah satu bukti kejanggalan yang sangat serius.

Bacaan Lainnya

“Yang namanya kasus gratifikasi, seharusnya melibatkan pihak pemberi. Sementara itu, hanya IR dan rekannya F sebagai pihak penerima yang dijerat dan ditahan pihak kepolisian,” tegas Dinar, belum lama ini.

Dengan begitu, pihaknya mengungkapkan keprihatian atas kasus itu. Pengalaman kami, dikatakan Dinar, jika OTT, artinya sudah jelas cukup bukti. Namun sejak tertangkapnya IR proses hukumnya terlalu lama.

“Sangat disayangkan mengapa langkah itu tidak diambil pada kuasa hukum sebelumnya. Kita tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Nanti kami akan ungkap semua di pengadilan,” katanya.

Dengan tegas, Dinar bersama rekan penasehat hukumnya menegaskan bakal membongkar semua kejanggalan kasus OTT itu di pengadilan. Pasalnya, kasus IR telah telanjur dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung.

Hanya tersisa menunggu panggilan sidang dan membeberkan semua bukti-bukti yang diperoleh. Meski belum genap seminggu ditunjuk menggantikan kuasa hukum sebelumnya, mereka tetap optimis.

“Kita sudah mengantongi nama-nama itu (siapa pemberi). (Dapat keterangan) dari IR.dan pada saat Berita Acara Polisi (BAP) juga, kita sudah mengantonginya. Kalau target di kami tidak ada. Akan tetapi, artinya semua pembuat masalah itu harus bertanggung jawab,” tekan penasehat hukum asal LBH Bara JP ini.

Berdasarkan keterangan IR, sambung, Dinar, pihaknya mengaku tidak pernah ada niat untuk itu. Artinya dengan persoalan sekarang yang dihadapi IR, seseorang yang tidak punya niat bisa terjebak menjadi suatu tindak pidana.

“Kalau target di kami tidak ada. Tapi artinya semua pembuat masalah itu harus bertanggung jawab. Salah satunya
diduga faktor settingan,” tukas Dinar.

Terpisah, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bogor Bambang Winarno pun mengakui, proses hukum terhadap kasus OTT yang menjerat dua ASN itu masih akan berlanjut.

“Yang pasti Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke kita. Masih ada dua calon tersangka dari kasus ini. Ditunggu saja,” imbuhnya.

(red/rjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *