HUT UMKM Nasional ke-5, Bupati : UMKM Manfaatkan Promosi Produk Lewat Daring

  • Whatsapp

RJN, Karawang – Kemajuan di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung perkembangan teknologi internet. Dengan internet pelaku bisnis dapat memanfaatkannya untuk menunjang aktivitas bisnisnya yang antara lain adalah sebagai media promosi. Demikian diungkapkan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana saat memberi sambutan dalam acara Memperingati Hari UMKM Nasional Ke-5 Tahun 2020 serta Peresmian Pusat Oleh-oleh UMKM Karawang di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Karawang, Rabu (12/8/2020) pagi.

“Dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi internet diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis khususnya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah UMKM, apalagi ditengah pandemi yang dampaknya untuk perekonomian sangat dirasakan,” ungkap Bupati Cellica.

Bacaan Lainnya

Menurut Bupati, untuk mempercepat dan meningkatkan penjualan maka dengan melihat perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat tersebut, pelaku UMKM dapat memanfaatkan sebagai media promosi secara online.

“Hadirnya sosial media yang didukung oleh kekuatan internet saat ini berpotensi mendukung keberhasilan promosi suatu usaha atau produk dengan mudah, cepat dan murah,” kata Bupati.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM
Karawang, Ade Sudiana mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 banyak UMKM yang berhenti berproduksi tetapi ada pula yang bangkit dan bertahan.

Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang sebagai Institusi yang melindungi para UMKM, lanjut Ade, mencoba membantu para UMKM dalam rangka recovery bagi para UMKM tentang bela beli produk UMKM Karawang, Penyebarluasan Informasi Produk UMKM Karawang melalui media sosial serta membuat wadah atau sarana Pemasaran Produk UMKM Karawang melalui toko offline atau pusat oleh-oleh UMKM Karawang.

“Toko Offline atau pusat oleh-oleh UMKM Karawang ini dikelola oleh koperasi karyawan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang bersama sahabat UMKM Karawang. Segala bentuk pembiayaan dalam proses penyediaan sarana toko offline ini tidak menggunakan anggaran Negara namun sepenuhnya dikelola secara swadaya oleh Koperasi,” ucap Ade.

(ziz/rjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *