RakyatJabarNews.com, Bandung – Pendidikan merupakan pangkal sosial sebagai investasi negara untuk masa depan. Sebab dengan adanya pendidikan, mampu meningkatkan status sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Haris Iskandar saat memberikan seminar di Ballroom Conventions Hotel Harris Festival Citylink Bandung, pada Senin (18/12).
“Pendidikan dipercaya sebagai investasi masa depan. Investasi pendidikan merupakan faktor yang menentukan masa depan sebuah negara,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Haris melanjutkan, bahwa dirinya tidak ingin ada lagi diskriminasi pendidikan. Sebab, pendidikan itu adalah hak semua anak-anak untuk mendapatkannya. Dan hingga kini, masih banyak yang belum dapat pendidikan.
Berdasarkan data dari UNESCO tahun 2016, sebanyak 58 juta siswa berusia 6-11 tahun tidak sekolah. Menurut Haris ini adalah hal yang ironis. Di satu sisi pemerintah ingin semua anak-anaknya bersekolah, namun kenyataannya masih banyak yang belum bersekolah.
“Yang lebih ironisnya lagi, banyak di antara mereka yang bersekolah itu tidak belajar, dan tidak mampu mencapai standar minimum mata pelajaran,” tuturnya.
Layaknya seperti pemerintah, Haris pun ingin semua anak bisa bersekolah dan belajar. Kalaupun tidak bersekolah formal, ada pemikiran mengenai alternatif pendidikan, seperti non formal.
Selain itu, pemerintah juga berusaha menekan angka Drop Out para siswa di sekolah. Faktanya, setiap tahun terdapat 3 sekitar 200 ribuan siswa yang drop out.
“Ini PR untuk kita semua, agar mereka mau kembali ke sekolah. Padahal, angka partisipasi sudah bagus, tapi faktanya belum sempurna,” pungkasnya.(Juf/RJN)









