Hari Mayday, Buruh Cirebon Berdemo, Ini Tuntutan Mereka

- Redaksi

Selasa, 1 Mei 2018 - 19:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Hari Buruh se-Dunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei, ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon menggelar aksi May Day. Aksi tersebut dimulai di depan Kantor UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah III Cirebon, Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kita Cirebon, Balai Kota Cirebon, dan berakhir di Kantor Pemda Kabupaten Cirebon, (1/5).

Dalam orasinya, Sekjen FSPMI Cirebon Raya, Moh. Machbub mengatakan aksi demo yang diangkat pada May Day tahun 2018 adalah Tritura Plus yang berisi tiga tuntutan buruh dan rakyat. Tiga tuntutan tersebut, yaitu pertama adalah turunkan harga beras, listrik dan BBM, kedua tolak upah murah, dan ketiga tolak TKA China.

Baca Juga :  Amanat Keresahan Masyarakat Bekasi Lakukan Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD dan Kantor Bupati Kabupaten Bekasi

“Tuntutan plusnya, yaitu hapus outsourcing dan 2019 pilih bupati/walikota/presiden pro buruh,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mengangkat isu nasional tersebut May Day tahun 2018 pun mengangkat isu daerah, yaitu berlakukan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Cirebon tahun 2018 dan tindak perusahaan yang tidak menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Baca Juga :  Ratusan Angkot di Purwakarta Mogok Massal Terkait Angkutan Online

Machbub menjelaskan di dalam UU no.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 89 ayat (1) huruf b diatur mengenai upah minimum berdasarkan sektor, atau dikenal sebagai upah sektoral maupun upah kelompok usaha.

Dalam hal ini, kata dia pemerintah kabupaten sengaja mengulur-ulur waktu dalam pembahasan UMSK, sehingga dari tahun ke tahun hanya menjadi wacana yang tidak terealisasi.

“Kami meminta deadline di tahun 2018 pembahasan dan perumusan UMSK sudah kelar,” tegasnya.

Baca Juga :  Ratusan Massa Demo di Kantor Hotman Paris

Selain itu, menurut Moch. Machbub banyak kasus terjadi baik kasus kecil maupun kasus besar terkait K3 yang tidak pernah diusut sampai tuntas oleh pemerintah.

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benar-benar menjaga keselamatan dan kesehatan karyawannya dengan membuat aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan.

“Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif, sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat,” tandasnya.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengikuti ekspos pembangunan manajemen talenta ASN bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Kantor BKN RI, Rabu (21/10/2026), sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan kinerja aparatur di lingkungan Pemkot Bekasi.

Pemerintahan

Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:30 WIB