Gedung Juang, Simbol kebudayaan Bekasi yang Harus Dirawat

- Redaksi

Kamis, 1 Februari 2018 - 10:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cikarang – Gedung Juang tampak telah menjadi simbol bahwa kebudayaan dan sejarah Bekasi harus dirawat, dijaga serta dilestarikan. Namun, semua itu perlu diupayakan.

Anggota DPR RI sekaligus pegiat budaya Daeng Muhammad berpendapat agar Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memanfaatkan keuntungan dari kehadiran 9 kawasan industri dengan jumlah pabrik sekitar 4.000-an.

“Kita punya seniman, bagaimana kita bisa mengatur keuntungan kawasan industri pabrik bermanfaat juga buat budayawan dan seniman kita,” ucapnya beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya cagar budaya berupa bangunan seperti Gedung Juang juga perlu dihargai walaupun menurutnya itu peninggalan kolonial, sama halnya dengan Rumah Tuan Tanah di Pebayuran.

Baca Juga :  PWI Peduli Bekasi Raya Resmi Dilantik

Tampak gedung bagian tengah dari Rumah Tuan Tanah Pebayuran. Bagian tersebut masih merupakan bentuk asli seperti saat dibangun pada 1760. Terdapat nama kedua tokoh yang dipilih menjadi nama Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat. Muhammad Yasin merupakan ayah dari Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang merupakan tokoh Pebayuran dan Susgarwanto adalah mantan Kapolsek Pebayuran berpangkat Ajun Komisaris Polisi. (Foto: Andi Saddam Husein/GoBekasi.co.id)
Tampak gedung bagian tengah dari Rumah Tuan Tanah Pebayuran. Bagian tersebut masih merupakan bentuk asli seperti saat dibangun pada 1760. Terdapat nama kedua tokoh yang dipilih menjadi nama Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat. Muhammad Yasin merupakan ayah dari Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang merupakan tokoh Pebayuran dan Susgarwanto adalah mantan Kapolsek Pebayuran berpangkat Ajun Komisaris Polisi. (Foto: Andi Saddam Husein/GoBekasi.co.id)

Baca Juga :  Forum Perangkat Daerah: Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Bekasi Harus Terintegrasi

“Yang kita inginkan bagaimana kebijakan pemerintah ke depan adalah membangun museum, membangun tempat budaya sehingga seniman mampu bisa tampil di situ. Kan negara punya hak paksa. Pemerintah ketika mengeluarkan izin industri juga harus melibatkan kepentingan lokal,” jelas Daeng.

Baca Juga :  PPM : Jangan Hilangkan Sejarah Nama Kampung Pribumi

Saat kebudayaan Bekasi maju dan terwadahi, lanjut Daeng, wisatawan asing tak perlu ke Yogyakarta atau Bandung untuk melihat pertunjukan kesenian.

“Enggak perlu ke mana-mana untuk menyaksikan seni dan lain-lain. Kenapa tidak ditampilkan seniman kita dan dimodifikasi. Kita undang asing-asing ke kawasan kita, bisa melihat itu. Itu yang saya pinta,” tutupnya.(Yto/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Muktiwari Memanas! Bahrudin No. 1 dan Rusdi No. 2 Mulai Adu Program 12 September
Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:32 WIB

Pilkades Muktiwari Memanas! Bahrudin No. 1 dan Rusdi No. 2 Mulai Adu Program 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 19:24 WIB

Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 16:20 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB