Galuh: SMK Muhammadiyah Lemahabang Cetak Genarasi Emas Indonesia

- Redaksi

Selasa, 18 Desember 2018 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon – SMK Muhammadiyah Lemahabang Kabupaten Cirebon yang baru saja meraih juara pertama dalam ajang skill contest yang digelar oleh perusahaan otomotiv asal negeri matahari terbit menjadi bukti jika Sekolah Kejuruan Menengah ini memang mampu mencetak generasi emas Indonesia.

Tidak dalam bidang teknologi saja, SMK Muhammadiyah Lemahabang juga memberikan penguatan pendidikan karakter pada para siswanya, ditengah era industri 4.0, siswa lulusan SMK ini menjadi generasi berakhlak mulia.

Baca Juga :  Pertamina Berikan Sanksi Kepada SPBU yang Tidak Gunankan Alat Standar

Kami tanamkan pada siswa disini agar dalam bersikap dan bertutur kata yang santun serta harus tetap menyadari akan pentingnya berbakti pada orang tua. Ungkapnya Galuh Maulidin Kepala SMK Muhammadiyah pada media rakyatjabarnews.com, Senin (17/12/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Galuh menambahkan selain bimbingan dari sekolah pihak orang tua pun diharapkan dapat mengawasi dan mengarahkan anak mereka, sehingga hasil pendidikan akan lebih maksimal.

“Pentingnya komunikasi antara anak dengan orang tua, dan orang tua dengan pihak sekolah serta sekolah dengan anak tercipta iklim (suasana) lebih kondusif, ” Imbuhnya.

Baca Juga :  Peserta Didik LPK Tagih Janji Pengembalian Uang

Masih menurut Galuh tujuan kami untuk menumbuh kembangkan kesadaran semua pihak agar dapat saling menyadari posisinya masing masing.

“Kami harus memberikan pemahaman pada orang tua dengan penuh tanggung jawab dan kerelaan.”

Pihak sekolah terus memberikan motivasi dengan berbagai sarana dan salah satunya melalui seminar untuk dapat memperbaiki akhlak peserta didik, tidak hanya di sekolah tetapi juga dilingkungan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga :  Wawalkot Bekasi Lepas Kafilah MTQ XXXVI

“Namun kami sadar betapa terbatasnya kemampuan kami maka keluarga, dalam hal ini orang tua siswa sebagai pihak yang lebih bertanggung jawab dalam pendidikan anak anak mereka harus kami libatkan sebagai partner sekolah.”

Terlepas dari itu, kami berupaya juga menanamkan keyakinan pada peserta didik bahwa biirul walidain merupakan kewajiban yang tidak boleh mereka abaikan demi kesuksesan mereka,” tutupnya.(ymd/rjn).

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum
Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB
DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi
Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum

Berita Terbaru