Fakta Sejarah, Ternyata Cirebon Proklamasikan Kemerdekaan RI Lebih Cepat

- Redaksi

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon– tidak banyak yang tahu, ternyata Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pertama kali dibacakan di Cirebon. Proklamasi Kemerdekaan RI di Cirebon dua hari lebih cepat sebelum Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno di Jakarta pada 17 Agustus 1945.

Oleh karenanya, dibangunlah Tugu Proklamasi yang terletak di perempatan Alun-alun Kejaksan dan Jalan Kartini atau di jantung Kota Cirebon. Tugu berbentuk obelisk atau paku berwarna putih tersebut dibangun pada 17 Agustus 1946, setahun setelah Indonesia merdeka, untuk mengenang peristiwa bersejarah.

Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja mengungkapkan, berita kekalahan Jepang saat Kota Nagasaki dan Hiroshima dijatuhi bom atom pada 6 dan 9 Agustus 1945, mendorong bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

“Walaupun berita kekalahan Jepang ditutup-tutupi dengan memblokir semua stasiun yang menyiarkan berita kekalahan tersebut. Informasi itu terdengar oleh beberapa tokoh pergerakan nasional, seperti Sutan Sjahrir,” katanya, Sabtu (17/8/2019).

Sutan Sjahrir adalah seorang tokoh pejuang bawah tanah yang selalu memantau pergerakan situasi peperangan tentara Jepang melalui siaran radio.

“Setelah mengetahui Jepang kalah dalam perang Pasifik. Sutan Sjahrir meminta Soekarno untuk segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia saat itu juga. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Soekarno. Penolakan tersebut membuat Sutan Sjahrir kecewa,” terangnya.

Pada 15 Agustus 1945, Sutan Sjahrir segera memerintahkan kepada para pemuda agar mempercepat persiapan demonstrasi. Mahasiswa dan pemuda yang bekerja di Domei (kantor berita Jepang) secepatnya melaksanakan instruksi tersebut.

Baca Juga :  Sekdis DBMSDA Terima Kunker DPRD Cilacap

“Namun, Sutan Sjahrir memahami gelagat Soekarno yang tidak sepenuh hati menyiapkan Proklamasi,” ujarnya.

PPKI sebagai badan bentukan Jepang yang bertugas menyiapkan kemerdekaan, tidak menunjukkan aktivitasnya akan berhenti bekerja. Sikap tim Soekarno dan Mohammad Hatta tersebut mengecewakan para pemuda yang sepakat dengan gagasan Bung Syahrir. Sebab, sikap itu berisiko kemerdekaan RI merupakan produk buatan Jepang.

Sutan Sjahrir akhirnya meminta Dr. Soedarsono yang kala itu menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Kesambi atau yang sekarang menjadi RSUD Gunung Jati, untuk memproklamasikan Kemerdekaan di Alun-Alun Kedjaksan Kota Cirebon.

“Kemudian, para pemuda di Cirebon hari itu tanggal 15 Agustus 1945, di bawah pimpinan Dr. Soedarsono, mengumumkan proklamasi versi mereka sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Bersama Cetak Juara, Kota Bekasi Dengan Semangat Haornas 2022 Menuju Industri Olahraga

Proklamasi Kemerdekaan pun akhirnya dibacakan Dr. Soedarsono. Namun, tentang bagaimana isi teks proklamasi Alun-Alun Kedjaksan (Kejaksaan) sampai kini belum diketemukan dokumennya.

Peristiwa tersebut diketahui dari beberapa sumber catatan sejarah setempat dan sumber lisan dari tokoh Cirebon, pada 15 Agustus 1945. “Dengan disaksikan sekitar 50 orang, Dokter Sudarsono mencetuskan Proklamasi Kemerdekaan di Alun-alun Kedjaksan,” ungkapnya.

Mustaqim mengakui, jika sumber itu benar berarti wilayah Cirebon merdeka terlebih dahulu dari daerah lain. Namun demikian, disepakati secara resmi jiwa dan semangat revolusi berkobar dari semangat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia, di Pegangsaan Timur 56 Jakarta. 

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Berita Terbaru