Dari Abad Ke-15 Kereta Singa Barong Hingga Kini Tetap Cantik

- Redaksi

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Kereta SInga Barong

i

Kereta SInga Barong

RJN, Cirebon – Kereta Singa Barong merupakan salah satu peninggalan bersejarah dan fenomenal milik Keraton Kasepuhan Cirebon. Dahulu, kereta tersebut digunakan saat kirab malam 1 muharam dan pelantikan sultan.

Diketahui, kereta tersebut dibuat oleh Pangeran Losari pada abad ke 15 masehi. Kereta Singa Barong itu disebut-sebut memiliki teknologi canggih pada masanya, bahkan ada yang terpakai hingga kini.

Kereta Singa Barong memiliki warna yang sempurna karena dilapisi serbuk intan emas yang merupakan cikal bakal di teknologi modern dinamakan metalik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kereta kencana singa barong paling menarik perhatian pengunjung yang mendatangi museum pusaka Keraton Kasepuhan,” kata Wakil Kepala Bagian Paket Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon, RM Hafid Permadi, Kamis (18/10 2018).

Baca Juga :  Buru Pelaku Penikaman Santri, Polisi Periksa Rekaman CCTV

Dia mengatakan, Kereta Singa Barong Keraton Kasepuhan Cirebon saat itu ditarik empat ekor kerbau bule. Selanjutnya mengelilingi kota raja yang saat itu luasnya sekitar 50 hektar.

Yakni, wilayah Pasuketan dan Lemahwungkuk yang saat itu disebut sebagai Kota Raja. Tak hanya menarik perhatian, Kereta Singa Barong memiliki cerita menarik dan inspirasi.

“Kereta kencana nan unik ini sarat dengan makna persahabatan antar bangsa. Ada kepala naga dengan belalai gajah dan sayap,” sebut Hafid.

Dia menjelaskan, Kereta Singa Barong tersebut menyerupai tiga binatang yang digabung menjadi satu, yakni gajah dengan belalainya, bermahkotakan naga, dan bertubuh buraq.

Belalai gajah merupakan tanda persahabatan dengan India yang berbudaya Hindu. Dan kepala naga melambangkan persahabatan dengan China dengan kultur Buddha.

Baca Juga :  Yosep: Keraton Gebang Bisa Menjadi Destinasi Aset Budaya Cirebon

Sementara itu, badan buraq lengkap dengan sayapnya, melambangkan persahabatan dengan Mesir yang mayoritas beragama Islam.

“Simbol tersebut menunjukkan persahabatan erat dengan ketiga bangsa tersebut sejak zaman kesultanan Cirebon,” ungkap Hafid.

Dia menyebutkan, lapisan serbuk emas dan intan pada tubuh kereta membuat kereta akan terlihat lebih indah saat terkena matahari. Kereta kencana singa barong memiliki 4 roda, terdiri dari dua roda bagian depan berukuran lebih kecil dari roda di belakang.

Roda tersebut pada masa sekarang akrab disebut dengan velg racing. Dia menjelaskan, fungsi roda tersebut untuk membuang bobot kereta agar tidak terlalu berat.

Sementara itu, fungsi 4 roda dengan ukuran berbeda agar kereta bisa berputar 90 derajat sehingga mudah untuk dibelokkan kemana pun.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bekasi Berikan Arahan Khusus Dalam Rapat Rakerda APDESI

“Kalau zaman sekarang disebut dengan teknologi power steering,” ungkap Hafid.

Tidak hanya itu, saat ada angin, sayap akan bergerak ke dalam, sehingga orang yang ada di dalam kereta kencana kepanasan. Penutup pada bagian atas kereta kencana juga bisa dibuka, disesuaikan dengan keinginan sultan.

Bahkan di bagian belakang dilengkapi dengan bagasi. Konon semua mobil canggih buatan Eropa mengadopsi teknologi yang ada di Kereta Singa Barong.

“Kereta ini juga memilki puser atau lubang fungsinya untuk membuang air agar tidak ada yang tergenang di dalamnya,” ungkap Hafid.

Belakangan, diketahui Kereta Singa Barong Keraton Kasepuhan Cirebon telah ditetapkan sebagai salah satu kereta kencana tercantik di dunia. (gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru