RJN, Cirebon – Masyarakat sempat di buat risih dan hawatir, maraknya tawuran antar pelajar di era tahun 2015 silam, namun kini masyarakat yang mempunyai anak yang bersekolah bisa sedikit bernapas lega. Dimana tindakan kenakalan remaja seperti tawuran sudah langka di temui di jalanan.
Selidik punya selidik ternyata antisipasi kenakalan remaja di redam dengan berbagai cara yang dilakukan oleh setiap sekolah, seperti yang diungkap oleh pihak SMK Muhamadiyah Lemahabang.
Menurut Galuh Maulidin, S.S M.Pd yang menjabat Kepala Sekolah yang membina 1700 Siswa ini menjelaskan fenomena langkanya tawuran antar pelajar khususnya di wilayah Cirebon Timur merupakan hasil kerja keras dari setiap sekolah dalam menanggulangi tindak kenakalan para remaja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memiliki upaya dalam memberikan pendekatan persuasive pada siswa, seperti pada hari jumat maka siswa di SMK Muhamadiyah melakukan shalat jumatan di Sekolah, ” ungkapnya kepada rakyatjabarnews.com saat ditemui diruang kantornya sesuai melakukan Deklarsi Damai Polres Cirebon, Kamis (13/9/2018).
Galuh menambahakan jika sudah 2 tahun ini sebelum dirinya menjabat Kepala Sekolah sudah terjalin komunikasi antar sekolah dan pihak kepolisian dalam mengantisifasi terjadinya tawuran di jalan.
“Antisipasi selalu kami kondisikan lapangan dan jika ada potensi ribut maka kami memberikan laporan kepada pihak kepolisian”
Galuh pun berharap agar tetap tercipta kondisi aman di Cirebon khususnya wilayah Cirebon Timur.
“Alhamdulillah Intensitas tawuran sudah sangat menurun, kami berharap kondusifitas tetap terjaga, “pungkasnya (ymd/RJN)









