Buru Pelaku Penikaman Santri, Polisi Periksa Rekaman CCTV

- Redaksi

Sabtu, 7 September 2019 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon – Pihak Kepolisian kini tengah mendalami kasus meninggalnya salah satu santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Muhammad Rozien akibat ditikam orang tidak dikenal.

Berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, olah tempat kejadian, termasuk memeriksa rekaman CCTV kepolisian memburu pelaku dengan ciri-ciri tubuh bertato khususnya di bagian leher dan lengan.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy mengatakan, korban meninggal di tangan pelaku akibat tusukan benda tajam di dada sebelah kanan. Pihaknya belum bisa berasumsi kalau korban merupakan salah sasaran.

“Pelaku masih dalam proses penyelidikan, kami belum bisa menentukan salah sasaran atau tidak, masih didalami,” katanya, Sabtu (7/9/2019).

Pihaknya pun memeriksa lebih detail gambar atau motif tato di tubuh pelaku berdasarkan dari rekaman CCTV dan saksi. “Kami lagi coba pastikan betul tato apa yang ada di tubuhnya dan posisinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Debit Air di Waduk Darma Kuningan Menyusut 2 Juta Meter Kubik, Ini Penyebabnya

Senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban pun diperiksa. Karena, korban mengalami luka tusuk cukup serius di dada kanan hingga mengalami pendarahan. “Jenis pisaunya belum diketahui,” terangnya.

Ia menyatakan, sementara ini diketahui korban bersama rekannya ketika sedang menunggu ibunya yang batu datang dari Kalimantan dihampiri orang tidak dikenal. Lalu menghampiri sambil bertanya dengan nada mengancam dan menusuk korban dengan senjata tajam, hingga tak berdaya.

Baca Juga :  8 Bulan Mengendap, Penyidik Polres Dumai Berkilah Sulit Dapatkan Informasi Pelaku Penganiaya Thoriq

“Sementara ini informasi yang kita dapatkan, bahwa korban sedang duduk di Jalan Cipto Mangunkusumo menunggu orang tuanya. Ada orang datang menanyakan kepada korban memukuli temannya atau tidak, di situlah terjadi penikaman itu,” pungkasnya.

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Minta Uang Miras, Pria Mabuk Bunuh Tuan Rumah Pesta di Purwakarta
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall
MBZ Naik 76%
Mudik Gratis Bekasi Diserbu Warga! 1.458 Orang Berangkat Pakai 27 Bus ke Solo hingga Surabaya
Tri Adhianto Minta Dedi Mulyadi Percepat Pemisahan Aset Kota dan Kabupaten Bekasi

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Selasa, 7 April 2026 - 10:31 WIB

Minta Uang Miras, Pria Mabuk Bunuh Tuan Rumah Pesta di Purwakarta

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 10:10 WIB

Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Kamis, 2 April 2026 - 11:16 WIB

Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !