Beras Langka dan Mahal di Pasaran

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 18 Januari 2018 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Majalengka – Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi Dan Beras (Perpadi) Kabupaten Majalengka H. Dedi Koswara mengatakan salah satu penyebab langka dan mahalnya beras karena Pengusaha penggilingan Padi dan Beras dilarang mennyimpan stok beras oleh pemerintah.

“Menyimpan stok atau menimbun dilarang oleh satgas Pangan jadi rentan persediaan. Paschal Minimalnya kita punya stok satu Minggu,”kata Dekos panggilan akrabnya, Kamis (18/01/2018) saat ditemui di pabriknya.

Dekos mengatakan pihaknya sebelumnya bisa menjual beras rata-rata 70 ton per hari, sekarang menurun hingga 30-50 ton per hari karena tidak ada stok lokal sehingga harus membeli beras setengah jadi ke Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Madiun sebelumnya dari Cilacap.

ADVERTISEMENT

ads"/ https://rakyatjabarnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240720-WA0020.jpg

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Membeli dari Solo sampai sini 10.700 per kg, beras setengah jadi, kemarin masih ada stok lokal sekarang sudah habis 100 persen stok lokal Majalengka “ungkap Dekos.

Dekos juga mengeluhkan mahalnya harga Gabah di Majalengka yang mencapai 725 ribu per kwintal dan dirinya mengungkapkan terakhir membeli gabah di Majalengka saat harga 685 ribu per kwintal karena harga diatas itu sudah tidak bisa masuk hitungan Pengusaha.

Baca Juga :  Terekam CCTV, 7 Perampok Kuras Habis Isi Counter Handphone

Dekos mengungkapkan, faktor-faktor yang menyebabkan langka beras khususnya di Majalengka dan Nasional akibat cuaca yang berdampak lambat tanam. “Harusnya Januari sudah panen sekarang kan belum, “ungkap dia.

Faktor lainnya lanjut dia, Lahan di Majalengka semakin sempit oleh Bandara Kertajati dan pabrik dan tidak ada lahan pengganti sebagai solusi.

“Teknologi pertanian pun dengan bibit yang bagus tidak terlalu membantu. Ada di Rajagaluh, bibit padi yang produksi lebih banyak tapi masa tanam lebih panjang 15 hari,”jelas dia.

Dekos mengungkapkan sekarang daerah sentra produksi gabah seperti Jatiwangi dan Sukakerta Kertajati pun sekarang petani beli beras ke Pabrik.

“Kebijakan pemerintah harus Revolving merusak tatanan dan menyebabkan langka beras. Dari dulu budaya Pabrik menyimpan stok, kebijakan pemerintah merubah pola-pola yang sudah biasa. Pabrik itu menyimpan bukan nimbun, tapi persediaan, bukan nyimpan saat murah dan dijual harga sedang tinggi,”jelas Dekos.

Baca Juga :  Ditanya Impor Beras, Mendag: Sudah Cukup, Sudah Banyak

Dekos juga menyarankan Kebijakan Pemerintah harus mengatur di hilir, HET ditetapkan 9.300 per kg tapi harga gabah tidak diatur dan buktinya sekarang HET tidak berlaku di pasaran.

“Ada 50 anggota Perpadi di dan 25 persen sudah tidak beroperasi. Kenapa beras sekarang mahal karena supply dan demand tidak sebanding,”ungkap Dekos.

“Daerah sentra beras seperti Karawang dan Pulau Sulawesi tidak bisa mengirim beras ke luar dan ditangkap Satgas. Apabila Pengusaha lokal Karawang sudah tidak sanggup membeli gabah mau dikemanakan, “ungkap dia.

“Solusinya biarkan penggilingan punya persediaan untuk stok ketika sulit jangan dianggap menimbun. Beras medium akan tertekan harganya ketika beras premium banyak di pasaran dengan rate harga selisih sedikit,”pungkas dia. (red/RJN)

Berita Terkait

Pemkab Majalengka Anggarkan 78 Miliar untuk mengaji 1.197 PPPK Guru
Pandemi Berlalu, Bupati Majalengka: Sampingkan Bicara Politik, Mari Bergerak Tangani Dampak Covid
One Way dan Ganjil Genap Akan Diberlakukan di Tol Cipali Saat Arus Mudik Lebaran 2022
Pemkab Majalengka Susun RKPD Tahun 2023
Sat Reskrim Polres Majalengka Bekuk Dua Pelaku Pengeroyokan Bersenjata Tajam
Puluhan ODGJ Asal Majalengka Dirawat di RSMM Bogor
Ratusan PNS di Majalengka Naik Pangkat
Terjerat, Mantan Dirut PD SMU Dijebloskan ke Sel
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Mei 2022 - 21:05 WIB

Pemkab Majalengka Anggarkan 78 Miliar untuk mengaji 1.197 PPPK Guru

Kamis, 19 Mei 2022 - 09:14 WIB

Pandemi Berlalu, Bupati Majalengka: Sampingkan Bicara Politik, Mari Bergerak Tangani Dampak Covid

Sabtu, 16 April 2022 - 04:26 WIB

One Way dan Ganjil Genap Akan Diberlakukan di Tol Cipali Saat Arus Mudik Lebaran 2022

Rabu, 23 Maret 2022 - 21:58 WIB

Pemkab Majalengka Susun RKPD Tahun 2023

Senin, 21 Maret 2022 - 17:35 WIB

Sat Reskrim Polres Majalengka Bekuk Dua Pelaku Pengeroyokan Bersenjata Tajam

Berita Terbaru

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan panduan untuk memudahkan kedatangan dan menjadikan waktu berburu mobil baru jadi lebih menyenangkan.

Bisnis

Suzuki Berikan Tips di Pameran GIIAS 2024, Ini Tipsnya !

Sabtu, 20 Jul 2024 - 17:54 WIB

Foto : Partai Amanat Nasional Kota Bekasi Resmi Rekomendasi Tri Adhianto Calon Walikota Bekasi 2024.

Bekasi

Mas Tri dari Dapat Surat Rekomendasi dari PAN

Sabtu, 20 Jul 2024 - 16:03 WIB