BEM SI Kerakyatan Usul Potong Gaji Tunjangan Pejabat Kementerian dan Anggota DPR untuk Pembiayaan Program MBG

- Redaksi

Senin, 20 Januari 2025 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Kerakyatan, Satria Naufa.

i

Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Kerakyatan, Satria Naufa.

Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Kerakyatan, Satria NaufalBandung – Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan mengusulkan pemotongan gaji tunjangan pejabat Kementerian dan anggota DPR-RI untuk pembiayaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis atau MBG. Hal ini disampaikan setelah muncul berbagai usulan untuk mendongkrak pembiayaan pembiayaan MBG mulai dari melalui dana zakat hingga cukai rokok.

“Saya rasa pemerintah perlu mempertimbangkan mekanisme pemotongan gaji tunjangan para pejabat Kementerian dan anggota DPR-RI untuk pembiayaan Makan Bergizi Gratis. Rakyat butuh aksi nyata pengorbanan para pejabat negara dalam mendukung program ini, bukan hanya rakyat biasa yang dipalak dan didesak untuk mendukung.” kata Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Kerakyatan, Satria Naufal dalam rilis yang diterima rakyatjabarnews pada Minggu, 19 Januari 2025.

Satria menilai anggaran APBN yang dialokasikan sebesar Rp 71 triliun itu hanya cukup untuk program MBG berjalan selama enam bulan. Sehingga, prospek jangka panjang setelah itu harus dipikirkan secara sistematis dan humanis.

“Kami justru menolak jika anggaran ini banyak diambil dari potongan anggaran bagi pendidikan dan sektor strategis lainnya, kehidupan bernegara kita bukan hanya mengenai makan siang saja. Permasalahan pemerataan pendidikan, jaminan kesehatan serta kebutuhan primer lainnya jangan sampai dilupakan.” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Musim Hujan, Proyek Penanggulangan Banjir Pasteur Mulai Gunakan Jalur Alternatif

Satria juga berpendapat bahwa meminta alokasi anggaran dari setiap pemerintah daerah juga tidak bijak dalam membangun visi Indonesia yang berkeadilan disetiap sudut daerah.

“Apalagi, usul untuk pemerintah daerah menyisihkan sekian APBD untuk pembiayaan program MBG ini patut dipertimbangkan. Tidak semua daerah memiliki APDB yang besar dan proporsional, hanya beberapa daerah yang memiliki PAD yang besar saja. Selain itu, kebutuhan pembangunan daerah juga harus menjadi prioritas. Bayangkan, berapa banyak lagi jalan rusak, bangunan mangkrak, anak putus sekolah di daerah hanya karena APBD nya dialokasikan satu program ini saja.” kata Satria.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa evaluasi pada aspek teknis juga perlu diperhatikan.

Satria menegaskan agar jangan sampai alokasi APBN sekian puluh triliun tidak tepat sasaran.

“Lebih jauh pada hal non-teknis yakni alokasi dana, pemerintah Prabowo juga harus mengevaluasi teknis secara intensif program MBG ini, banyak aduan dan laporan dari masyarakat yang mungkin terkesan sepele tapi bermakna dalam memberikan feedback bagi pemerintah. Bukan justru diancam hingga direpresi jika ada aduan.” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pejabat negara telah mengusulkan berbagai skema pembiayaan MBG. Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mengusulkan agar Pemerintah membuka kesempatan pembiayaan program MBG melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebab menilai DNA masyarakat Indonesia memiliki sifat gotong royong.

Baca Juga :  Aksi Unras Karyawan Dan Dosen Unswagati Cirebon Kepada Pihak Yayasan, Ini Tuntutannya

“Saya sih melihat ada DNA dari negara kita, DNA dari masyarakat Indonesia itu ‘kan dermawan, gotong royong. Nah, kenapa enggak ini justru kita manfaatkan juga?” kata Sultan usai menghadiri Sidang Paripurna Ke-10 DPD RI Masa Sidang III Tahun 2024–2025 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa, 14 Januari 2025 seperti dikutip dari Antara.

Sultan lantas melanjutkan, “Contoh, bagaimana kita menstimulus agar masyarakat umum pun terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis ini, di antaranya saya kemarin juga berpikir kenapa enggak ya zakat kita yang luar biasa besarnya juga kita mau libatkan ke sana (program MBG).”

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani mengusulkan agar pembiayaan implementasi MBG didanai oleh cukai rokok. Hal tersebut dia sampaikan untuk menanggapi usulan pembiayaan Program MBG diambil dari zakat. Irma menyatakan tidak sepakat dengan usulan tersebut. Menurut dia, penggunaan zakat sudah diatur secara jelas peruntukannya.

“Untuk Makan Bergizi Gratis, saya usul ambil dari cukai rokok saja. Sudah, selesai. Cukai rokok per tahun Rp150 triliun. Zakat itu kan fungsinya untuk kemaslahatan umat, ya fungsikan saja untuk itu. Bantuan ke fakir miskin,” kata Irma dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Jumat,17 Januari 2025.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Luncurkan program SREGEP

Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan II itu lalu meminta agar Program Makan Bergizi Gratis tidak dikait-kaitkan dengan usulan kontroversial.

“Jangan bikin oknum-oknum pembenci pemerintah menggoreng-goreng program ini dengan usulan-usulan kontroversial,” kata dia.

Ada juga usulan dari anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. Selly mengusulkan pendanaan MBG diambil dari pengoptimalan sinergi dari beragam pihak, mulai dari pemerintah hingga swasta.

“Kami percaya bahwa solusi terbaik adalah mengoptimalkan sinergi antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat untuk menciptakan pendanaan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan prinsip syariat dan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Selly.

Dia lalu menyampaikan, pada dasarnya program Makan Bergizi Gratis merupakan tanggung jawab bersama yang seharusnya menjadi bagian dari kebijakan sosial dan anggaran negara.

Menurutnya, terutama dengan adanya pengoptimalan sinergi dari beragam pihak itu, pendanaan program semacam MBG lebih tepat jika bersumber dari APBN, dana CSR, atau sumber dana lain yang lebih fleksibel dalam penggunaannya sehingga tidak mengganggu fungsi utama zakat sebagai bagian dari ibadah dan hak mustahik. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Hatta Muarabagja

Editor : Aziz

Sumber Berita: rakyatjabarnews.com

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter
Kota Bekasi Borong Empat Medali di Kejurnas BMX Freestyle 2026
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah
Maxim Gelar Turnamen Badminton di Bandung
Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun
Soroti Daya Tampung SMPN 7 Cibitung, Kadisdik Bekasi Pastikan Sekolah Baru Dibangun
Hari Pertama MPLS di Bekasi Jadi Sorotan, Kadisdik Tegas: Tak Ada Tempat untuk Perpeloncoan!

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:08 WIB

Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter

Senin, 27 Juli 2026 - 14:38 WIB

Kota Bekasi Borong Empat Medali di Kejurnas BMX Freestyle 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:39 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:21 WIB

Maxim Gelar Turnamen Badminton di Bandung

Berita Terbaru

XLSMART bersama BBPVP Bekasi membekali 300 talenta muda melalui program Future Ready untuk meningkatkan kompetensi, kesiapan kerja, dan membuka peluang karier di era digital.

Bekasi

300 Talenta Muda Bekasi Siap Masuk Industri Digital

Kamis, 30 Jul 2026 - 11:09 WIB