Antisipasi Efek One Way di Jalur Tol, Dua Polres di Cirebon Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

oleh -
banner 120x600

RJN, Cirebon – Pemberlakuan sistem one way atau satu arah di tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Kanci-Pejagan dari Jakarta ke Jawa Tengah, berpotensi membludaknya arus kendaraan di jalur arteri dan pantura Cirebon.

Sistem one way akan diberlakukan selama empat hari mulai Kamis (30/5/2019) hingga Minggu (2/6/2019), saat itu pula diprediksi akan terjadi puncak arus mudik. Untuk mengatasi kemacetan dan kepadatan kendaraan khususnya di titik-titik rawan macet dan persimpangan Polres Cirebon dan Polres Cirebon Kota akan memberlakukan rekayasa lalu lintas.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, pihaknya akan mengantisipasi sejumlah titik macet di dalam kota maupun jalur Pantura, karena kendaraan dari Jawa Tengah ke arah Jakarta akan melalui jalur reguler.

“Kita juga mempersiapkan penguraian arus lalu lintas di dalam kota dan jalur pantura, karena jalur tol akan diberlakukan one way. Terutama di persimpangan-persimpangan seperti di putaran Kedawung, u turn-u turn ditutup, persimpangan Kanggraksan akan dilakukan rekayasa lalu lintas, dan di pasar Mundu dipasang barier untuk mengantisipasi penyebrang jalan,” katanya, Selasa (28/5/2019).

Selain itu, pemilik usaha pusat kuliner dan pusat oleh-oleh khas Cirebon yang lokasinya di pinggir jalan, diminta menyediakan kantong-kantong parkir. “Pemilik restoran dan jajanan harus menyediakan kantong parkir, sehingga mulai tanggal 30 nanti sudah clear tidak ada kendaraan yang parkir di pinggir jalan,” imbuhnya.

Sementara, Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengatakan, kebijakan one way membuat cara bertindak (CB) tahun ini berbeda dengan CB arus mudik tahun lalu. “Jalur arteri pantura Cirebon berpotensi padat kendaraan pemudik sebagai imbas dari pemberlakuan one way (satu arah) di jalur tol dari arah Jakarta ke Jawa Tengah, mulai KM 70 Gate Tol (GT) Dawuan hingga KM 263 Brebes Barat,” katanya.

Untuk mengurai kemacetan pihaknya pun menyiagakan sebanyak 2 ribu personel yang ditempatkan di sejumlah posko dan titik rawan macet. “Personel akan ditempatkan di titik-titik kemacetan di jalur arteri, termasuk pasar-pasar tumpah di Kabupaten Cirebon. Jalur alternatif sudah siap digunakan seperti jalur Sumber, Ciwaringin, Ciledug, dan lainnya,” pungkasnya.

Sementara, sebagai antisipasi jika terjadi kemacetan di jalur tol, kepolisian menyiagakan 36 personil motoris di beberapa titik. Dengan kendaraan roda duanya, mereka bertugas mengurai kemacetan di tol, yang diperkirakan berpotensi terjadi ketika jam buka puasa karena rest area dipenuhi pemudik. 

(aan/rjn)

Comment