Agung Laksono: Jangan Mudah Terpancing di Medsos

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dengan semakin berkembangnya isu-isu soal perpecahan bangsa dan kebangkitan paham komunis di Indonesia, membuat kita jangan asal mudah terpancing dengan pemberitaan di dunia maya ataupun medsos.

Hal tersebut diungkapkan oleh politisi senior Partai Golkar Agung Laksono dalam acara bertajuk Sarasehan Kebangsaan Pancasila, Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia yang diadakan di rumah makan Magna yang terletak di Jl. Bahagia Kota Cirebon, hari Sabtu (23/9).

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa undangan yang terdiri dari tokoh-tokoh lintas agama, tamu undangan, media, dan juga Dave Akbarshah Fikarno, putra Agung Laksono sendiri.

Dalam sambutannya, Agung Laksono mengingatkan supaya jangan mudah terpancing apapun di sosial media. Dan tetaplah berpegang pada Pancasila sebagai bagian dari upaya mempertahankan kepribadian bangsa.

“Ancaman dari waktu ke waktu senantiasa menghantui kita. Oleh karena itu mari kita mewaspadai terhadap upaya-upaya yang bisa mengancam kita,” ujarnya.

Menurutnya, pro dan kontra mulai muncul. Ada yang mempersoalkan eksistensi tapi pahamnya boleh dibiarkan. Ada yang mengatakan ideologi tidak bisa dimatikan. Karena punya potensi yang memecah persatuan bangsa Indonesia.

Soal isu PKI yang muncul, mantan ketua DPR RI itu mengaku bahwa ancaman itu sudah ada sejak lama. Jangan sampai ditambah-tambah lagi

“Pemerintah sudah memaafkan dan sudahlah lupakan saja. Komunisme itu sudah dilarang,” tandasnya.

Dave Akbarshah juga ikut memberikan pernyataan, bahwa tujuan utama diadakannya acara ini adalah supaya jangan ada perbedaan dan perpecahan. “Kita solid jadi satu dan jangan sampai paham radikalisme masuk dalam diri kita. Indonesia tetap solid dan Pancasila tetap terjaga,” tegas anggota DPR RI Komisi 1 tersebut.

“Komunis itu suatu paham, individualnya akan hilang, pergi, dan mati. Tapi semangatnya tidak akan hilang. Karena itulah Pancasila muncul sebagai pemersatu bangsa dan jangan sampai kita termakan isu-isu,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Comment