Adang Juhandi: Euporia Pileg 2019, Pendatang Disayang, Kader Ditendang

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Tokoh Politik Cirebon Timur, Drs. Adang Juhandi mengaku jika fenomena politik di Kabupaten Cirebon jelang Pemilihan Legislatif sudah terlihat, dengan munculnya sejumlah nama baik kader partai maupun tokoh yang tersebar di tiap dapil akan bersaing dalam perebutan kursi panas baik di DPRD Kabupaten, Provinsi bahkan DPR RI setahun yang akan datang.

“Sekarang momen politik pileg dan pilpres akan menjadi kesibukan dan perhatian serius bagi warga negara,” jelasnya saat ditemui di komplek Niaga Penjualan Bambu di Ciberes, Jumat (20/7).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kerja politik lima tahunan akan ditentukan kembali pada pileg ini, siapa sebagai peraih kursi terbanyak, dia akan muncul sebagai partai jagoan siapa yang tergusur dan tidak bisa menghantarkan kadernya duduk di parlemen, semua akan di tentukan pada pileg nanti sebagai pengadilan akhir bagi parpol.

Semua caleg punya kesempatan yang sama bagi yang sudah muncul di DCT, nanti semua diklaim oleh parpol mereka adalah kader terbaik parpol.
Sebagai corong dan etalase parpol di legeslatip nanti untuk konsisten menyuarakan aspirasi rakyat dan program idealisme parpol.

“Awalnya merasa penting dan keharusan bagi setiap parpol untuk memompakan fisi misi dan kecakapan pada sistem kaderisasi dari tingkatan ke tingkatan agar membentuk karakter kader yg militan dan keindonesiaan tulen,” tuturnya.

Sehingga, lanjutnya, ketika duduk di legeslatif tidak mencoreng nama baik parpol dan siap bekerja secara propesional sebagai wakil rakyat dan wakili parpolnya di gedung dewan.

“Namun, tidak semua parpol bisa konsisten untuk mendorong dan memprioritaskan kadernya maju sbg bacaleg akibat waktu dan belum maksimalnya kaderisasi, serta konflik internal yang berkepanjangan hingga tergoda oleh polularitas dan adanya komitmen tertentu atau janji mahar dan lain sebagainya,” jelasnya.

“Disitulah kader yang asli akan tergusur malah sang pendatang akan di sayang,” imbuhnya.

Jika hal ini betul terjadi di parpol yang modern yang berkoar restorasi tanpa mahar atau hasil surfei dengan Indonesia memanggil, tambahnya, sungguh amat naif dan menjijikan jika praktek-praktek semacam ini masih terjadi, dan akan membuat luka bagi kader-kader yang potensial digusur begitu saja oleh arogansi sang ketua partai.

“Harapan untuk menambah kursi akan jadi tantangan berat karena sudah pembohongan publik yang terjadi,” tegasnya.(Ymd/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *